KELUH KESAH MASYARAKAT DESA SIKUI BARITO UTARA
Pt BDA,atau batu bara dua ribu abadi,adalah perusahaan batu bara yang beroprasi di wilayah sikui km 27, posisi hak guna usaha tersebut tepat nya di wilayah sugai mea anak sikui dan hanyut ke sungai teweh.

Kalteng .info86news.com sudah berapa kali mediasi, di tingkat desa, tingkat kecamatan, dan yang terahir,ini kita mediasi di tingkat kabupten.dan di tangani oleh dewan adat kabupaten,atau DAD. hari itu,
pak Hison, ketua dua, dari lembaga dewan adat kabupaten,dan dewan adat kecamatan,beserta mantir adat kabupaten,melaksana kan pengecekan tanah atau kebun para warga, yang di dampingi oleh puluhan wartawan online. ,(IWo) barito utara.
atas laporan para warga setempat husus nya wilayah desa sikui teweh baru, barito utara kalteng, pak Hison,dari ketua dua DAD kabupaten disambut haru oleh para warga setempat. Dan berbagai keluhan warga atas tanah mereka yang di rusaki pihak perusahaan. mulai dari pohon karet, pohon durian lay, pohon sawit dan pohon cempedak,
warga sangat mengeluh atas perilaku pihak perusahaan, pak inra jaya masyarakat desa sikui,dan pak tri, menyatakan,” sudah sejauh ini perilaku pihak perusahaan terhadap kami,sering kali kami ajak pihak perusahaan untuk berurusan dengan baik,tapi selalu di tolak, bahkan kami ajak mediasi dilapangan, malah kami masyarakat sering di bentak aparat kepolisian””. tambah pak inra jaya .
disini,kebun karet kami nggak bisa di pungut hasil dari sebagian nya,disebab kan, oleh dorongan doser perusahaan,dan pohon karet kami layu hingga mati, nggak bisa di sadap, dan ini sungai mea ini, sering terbendung oleh air limbah tanah ludak,dan dan kemudian hanyut ke sungai teweh, sejak mediasi bersama DLH, pihak perusahaan di undang malah bawahan nya yang hadir, tidak ada KTT nya,” tutur pak tri. hari itu, pihak DLH menyatakan,bahwa, nyata dan nyata, perusahaan bersalah, dan melanggar aturan dinas lingkungan hidup, namun di elak kan oleh pengacara perusahaan, dan sampai hari ini tidak ada respon pihak perusahaan .
“seumur hidup saya di barito utara ini, baru kali ini saya melihat kerusakan tanaman dan limbah ludak yang sangat merusak sumber kehidupan masyarakat. apakah mereka tidak ada hati nurani, dan apakah mereka tidak ada belas kasih dengan warga, saya, sebagai stap dewan adat dayak kabupaten, mengijin kan masyarakat ajukan keberatan dengan perusahaan, supaya mereka tau dan paham,tentang adat dan aturan di bumi iya mulik bengkang turan ini”” tambah pak Hison,
ketua dua dewan adat dayak kabupaten.
dan berbagai narasumber telah didapati oleh pihak wartawan, yang sesuai dengan fakta lapangan, “dan kini kita akan menunggu kesiapan dari pihak perusahaan, untuk pemanggilan mediasi di kabupaten”. ujar pak yopen, dewan adat kecamatan teweh baru.**. ( henryanus achiang).
@https//info86news.com









