Polres Langkat Gencarkan Sosialisasi Operasi Zebra Toba 2025, Utamakan Edukasi dan Kesadaran Pengendara

Polres Langkat Gencarkan Sosialisasi Operasi Zebra Toba 2025, Utamakan Edukasi dan Kesadaran Pengendara
Polres Langkat Gencarkan Sosialisasi Operasi Zebra Toba 2025, Utamakan Edukasi dan Kesadaran Pengendara
banner 468x60

Polres Langkat Gencarkan Sosialisasi Operasi Zebra Toba 2025, Utamakan Edukasi dan Kesadaran Pengendara

Polres Langkat Gencarkan Sosialisasi Operasi Zebra Toba 2025, Utamakan Edukasi dan Kesadaran Pengendara
Polres Langkat Gencarkan Sosialisasi Operasi Zebra Toba 2025, Utamakan Edukasi dan Kesadaran Pengendara

( LANGKAT – Sumut )- info86nnews.com.- Rabu 19 November 2025-Satuan Lalu Lintas Polres Langkat aktif menggelar sosialisasi untuk mendukung pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2025 yang berlangsung selama 17 hingga 30 November. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Operasi Zebra tahun ini menekankan pendekatan humanis dengan prioritas pada teguran atau Tilang Non-Yustisi sebagai strategi untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas dari dalam diri masyarakat.

“Operasi Zebra Toba 2025 tidak berorientasi pada penindakan semata, melainkan perubahan perilaku demi keselamatan di jalan raya,” ujar Kasat Lantas Polres Langkat, AKP Mhd. Tommy Franata kepada wartawan, Selasa (18/11/2025).

Tommy menjelaskan bahwa setiap teguran yang diberikan personel merupakan bagian dari edukasi langsung di lapangan. Selain menegur, petugas juga mengajak dialog dan menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat. “Teguran itu bentuk kepedulian, bukan sekadar tindakan administratif,” ucapnya.

Menurut data, berbagai pelanggaran yang kerap memicu kecelakaan fatal turut menjadi fokus utama dalam operasi ini. Di antaranya tidak memakai helm SNI, berkendara( sambil menggunakan ponsel, pengemudi di bawah umur, berkendara di bawah pengaruh alkohol, berboncengan lebih dari satu orang, tidak memakai sabuk pengaman, hingga pelanggaran rambu lalu lintas, knalpot bising, dan kendaraan tanpa pelat nomor.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menambahkan bahwa konsep Operasi Zebra tahun ini lebih mengedepankan upaya preventif dan preemtif. Menurutnya, tujuan utama bukan banyaknya penindakan, tetapi tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Ketertiban di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga masyarakat. Kesadaran yang datang dari diri sendiri lebih kuat daripada efek dari penindakan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa helm, sabuk pengaman, dan batas kecepatan bukan sekadar aturan, melainkan upaya melindungi diri dan keluarga. Meski begitu, penindakan tetap akan dilakukan untuk pelanggaran berat yang membahayakan keselamatan orang lain.

Polres Langkat berharap Operasi Zebra Toba 2025 tidak hanya meningkatkan kepatuhan selama dua minggu pelaksanaannya, tetapi juga membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. “Ketika keselamatan menjadi budaya, kecelakaan pasti menurun. Itulah keberhasilan sejati dari operasi ini,” pungkas Kapolres.

By Narasi Reporter ; ( Eka )
@https//Info86News.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *