Abraham Jaolath: Tanimbar Perlu Identitas sebagai Gerbang Investasi Selatan

banner 468x60

http://info86news.com | Saumlaki – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari proses finalisasi Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 2025.

Kegiatan ini digelar pada Selasa, 18 November 2025 pukul 09.30 WIT di Caffe Radja, Hotel Beringin Dua, Saumlaki, Kepulauan Tanimbar.

FGD ini menjadi tahap akhir sebelum dokumen RUPM ditetapkan sebagai acuan strategis pembangunan investasi daerah.

Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Abraham Zadrach Jaolath, ST., dalam sesi diskusi menegaskan pentingnya keterlibatan pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat implementasi.

Ia menyinggung pengalaman pembahasan dokumen Blok Masela yang menurutnya kurang mendapat perhatian di tahap awal.

“Dokumen perencanaan ini baik untuk daerah, tetapi biasanya kurang dibahas. Nanti saat action baru mulai komentar. Sama dengan Inpex, saat pembahasan Amdal kita tidak sibuk, tapi saat action kita teriak kiri kanan,” ujarnya.

Abraham menilai Tanimbar perlu membangun identitas sebagai kawasan strategis selatan Indonesia, terutama dengan kehadiran Blok Masela.

“Kita perlu sedikit identitas, mungkin branding Tanimbar gerbang investasi maritim selatan Indonesia. Dengan hadirnya Blok Masela, kita harap selatan mulai dilirik,” ucapnya.

Ia mencontohkan keberlanjutan investasi peternakan yang selama ini terkendala logistik, penerbangan, dan pasokan bibit.

Menurutnya, konektivitas seperti jalur penerbangan langsung Surabaya–Saumlaki perlu dibuka agar nilai ekonomi kawasan meningkat.

Ia menegaskan bahwa program nasional swasembada pangan harus dibarengi masuknya investasi sektor pertanian, terlebih dengan pembangunan ratusan sumur bor untuk irigasi di Selaru, Tanimbar Selatan, hingga Larat.

“Kalau ada sumur bor tapi tidak ada lahan dan investasi yang garap, tidak akan efektif. Investasi di bidang pertanian penting sekali,” kata Abraham.

Di sektor perikanan, ia menyebut investor saat ini lebih banyak melirik telur ikan ketimbang ikan konsumsi. Ia mendorong hadirnya fasilitas pengolahan agar hasil produksi tidak langsung dikirim mentah ke luar daerah.

Selain itu, ia mengingatkan persoalan sampah yang berpotensi meningkat seiring kehadiran proyek strategis nasional dan arus manusia ke Tanimbar.

“Sampah hari ini saja sudah jadi persoalan, apalagi dengan hadirnya Blok Masela. Kita perlu dorong investasi persampahan dan libatkan pengusaha muda, termasuk KADIN Tanimbar,” tegasnya.

Materi teknis disampaikan oleh Dr. Maria Christina Endarwati, lulusan S-3 Ilmu Lingkungan Universitas Brawijaya. Paparan mencakup dasar hukum, visi penanaman modal, hierarki dokumen, strategi pengembangan investasi, serta roadmap implementasi RUPM.

Dokumen RUPM akan menjadi acuan lintas perangkat daerah dalam penyusunan rencana strategis, promosi investasi, dan sinkronisasi dengan RPJMD dan kebijakan nasional.

FGD ini menjadi tahap akhir sebelum dokumen RUPM ditetapkan sebagai acuan strategis pembangunan investasi daerah.

Asisten Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Kemasyarakatan Setda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Agustinus Songupnuan, mewakili Bupati Tanimbar, menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun dan seluruh peserta yang berkontribusi dalam penyempurnaan laporan RUPM.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada tim konsultan yang dipimpin Dr. Maria Christina Endarwati atas materi dan kajian yang menjadi dasar penyusunan dokumen tersebut.(jk)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *