http://info86news.com | Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyambut positif rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Gedung Umat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, tepatnya di lahan bekas Kedutaan Besar Inggris.
Hal tersebut disampaikan Nusron Wahid di sela kegiatan Dzikir Bersama dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Periode 2025–2030 yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Nusron, penyediaan gedung tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap keberadaan dan peran umat Islam di Indonesia.
“Masalah penyediaan gedung ini adalah bentuk komitmen presiden kepada kewibawaan dan perjuangan umat Islam sebagai mayoritas kekuatan yang ada di Indonesia,” ujar Nusron Wahid.
Ia menilai, keberadaan kantor bersama akan membantu lembaga-lembaga Islam mengurangi beban operasional rutin sehingga dapat lebih fokus pada pemberdayaan umat.
“Supaya mereka tidak lagi terbebani overhead tiap bulan dan bisa fokus untuk memberdayakan umat. Ini kita sambut positif,” katanya.
Nusron menjelaskan, lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi dan berada di lokasi strategis jantung Ibu Kota. Gedung tersebut direncanakan menjadi pusat perkantoran bersama sejumlah lembaga keumatan.
“Gedung yang dulunya Kedutaan Besar Inggris, di samping Jalan Thamrin dan Hotel Grand Hyatt, nanti akan dijadikan kantor bersama antara Baznas, Badan Wakaf Indonesia, MUI, BPKH, dan instansi-instansi keumatan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nusron mengungkapkan bahwa gedung tersebut dirancang memiliki kapasitas besar dengan konsep terintegrasi.
“Menurut informasi, desainnya sekitar 40 lantai. Nantinya akan dibagi untuk ormas, MUI, Baznas, BWI, BPKH, Dewan Masjid, dan lembaga umat lainnya, untuk mengonsolidasi kekuatan umat secara terpadu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung rencana tersebut di hadapan sekitar 58 ribu jemaah yang hadir dalam acara dzikir.
“Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah dan mal, tetapi juga gedung yang diperuntukkan bagi lembaga-lembaga umat Islam,” kata Presiden Prabowo.
Acara bertajuk “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” tersebut juga diisi dengan kegiatan sosial.
MUI menyalurkan bantuan rehabilitasi tiga masjid serta donasi perbaikan 500 rumah guru mengaji dan marbot di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana alam.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, para menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih, serta ribuan jemaah dari unsur MUI, pondok pesantren, dan majelis taklim se-Jabodetabek.(jk)










