Rapat Sederhana, Tekad Besar
http://info86news.com | Saumlaki – Spanduk Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Seminar 2026 kini terpasang di depan Kantor Bupati Kepulauan Tanimbar.
Di balik persiapan kegiatan rohani itu, ada kerja sunyi yang dimulai dari rapat sederhana di Kopi Joas, Jalan Poros, Senin (23/2/2026).
Rapat dipimpin Ketua Panitia, Yusak Weriratan, yang mengundang seluruh panitia untuk mematangkan persiapan.
Kegiatan bertema “Tanimbar Kembali kepada Tuhan” tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26–27 Februari 2026 di Gedung Serbaguna Galaxi.
“Mohon kehadiran dan partisipasi Bapak/Ibu Panitia. Tuhan memberkati,” tulisnya dalam undangan resmi.
Izin Keramaian dan Komitmen Tertib
Sebagai bagian dari prosedur, panitia mengajukan permohonan izin keramaian kepada Polres Kepulauan Tanimbar.
Kegiatan yang diperkirakan diikuti sekitar 500 peserta itu akan menghadirkan pembicara Eduard Buariat.
Dalam surat permohonan, panitia menyatakan kesiapan menjaga keamanan, ketertiban, dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama acara berlangsung.
Dukungan Pemerintah Daerah
Upaya panitia membuahkan hasil. Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memberikan dukungan bagi panitia, pada 23 Februari 2026 guna menunjang kelancaran pelayanan.
Dukungan tersebut menjadi suntikan semangat di tengah berbagai kebutuhan teknis yang harus segera dipenuhi.
Gerakan Janji Iman
Di sisi lain, kondisi kas panitia yang minim mendorong Seksi Dana bergerak cepat. Melalui pesan internal, panitia diimbau segera merealisasikan “janji iman” untuk menutup kebutuhan operasional.
“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga,” demikian kutipan 2 Korintus 9:6 yang disampaikan dalam imbauan tersebut.
Panitia juga mengingatkan agar setiap pemberian dilakukan dengan sukacita. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Keterlibatan Kampus dan Pengorbanan Pribadi
Persiapan teknis terus dimatangkan. Mahasiswa dan siswa dari STTIMAS dilibatkan dalam penjemputan tamu. Tarian penyambutan, kendaraan pulang-pergi, hingga kelengkapan sewa busana adat ditanggung secara pribadi oleh ketua panitia.
“Ini merupakan bentuk pengorbanan dalam pekerjaan Tuhan, dan kita percaya Tuhan akan membalas dengan berkat yang berlipat ganda,” demikian pesan yang disampaikan kepada panitia.
Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama. Dari rapat kecil di kedai kopi hingga dukungan pemerintah daerah, persiapan KKR 2026 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjadi cermin kolaborasi iman, kerja keras, dan kebersamaan umat.(rls:jk)










