Di lecehkan Dan Acuh Tak Acuh Saat Di Kopermasi Awak: Pejabat Tanah Datar di Balik Tembok Keangkuhan
( Tanah Datar ) - Info86News.com – Juma’at.27/02/2026/-Pejabat publik, secara definisi dan amanah, adalah mereka yang diberi mandat untuk memimpin instansi serta mengelola kepentingan stakeholder. Di pundak mereka, harapan masyarakat dititipkan. Namun, apa jadinya jika amanah tersebut justru melahirkan sekat-sekat keangkuhan yang memutus rantai komunikasi dengan publik?
Fenomena ini belakangan menjadi sorotan tajam di Kabupaten Tanah Datar. Alih-alih menjadi mitra yang terbuka, sejumlah oknum pimpinan instansi hingga level kecamatan justru menunjukkan sikap yang jauh dari nilai-nilai pelayan publik.kamis 26/2/2026.
Alergi Kritik dan “Blokir” Komunikasi
Laporan mengenai sulitnya akses komunikasi terhadap pejabat di Tanah Datar kian memprihatinkan. Mulai dari telepon yang tak pernah diangkat, hingga tindakan ekstrem berupa pemblokiran nomor WhatsApp awak media hanya karena adanya pemberitaan kritis terkait kinerja mereka.
Lebih miris lagi, praktik keangkuhan ini ditemukan hingga ke level akar rumput. Oknum camat, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyerap aspirasi dan memberikan informasi, justru bersikap acuh. Menemui mereka seolah-olah harus melewati labirin yang rumit, dan ketika bertemu pun, sambutan yang diterima hanyalah tatapan dingin dan sikap alergi tegur sapa.
Pers Sebagai Pilar Keempat, Bukan Musuh
Para pejabat ini seolah lupa pada fondasi demokrasi kita. Wartawan bukanlah pengganggu, melainkan Pilar Keempat Demokrasi. Tugas mereka jelas:
Menjadi penyambung lidah antara pemerintah dan rakyat.
Menyebarluaskan capaian kinerja instansi agar diketahui publik.
Melakukan fungsi kontrol sosial agar jalannya pemerintahan tetap pada relnya.
Sikap tertutup pejabat tersebut sangat kontradiktif dengan semangat keterbukaan informasi publik. Jika memang kinerja yang dilakukan sudah benar dan sesuai prosedur, mengapa harus merasa risih, apalagi sampai memutus komunikasi dengan wartawan?
Kinerja Butuh Publikasi, Bukan Antipati
Sangat ironis ketika seorang pejabat mengharapkan citra positif di mata masyarakat, namun di sisi lain “alergi” terhadap mereka yang bertugas memotret realita tersebut. Keangkuhan tidak akan menyelesaikan masalah atau memperbaiki citra; ia justru melahirkan kecurigaan publik: “Apa yang sedang disembunyikan?”
Tanah Datar membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknokratis, tetapi juga rendah hati secara sosial. Pejabat publik harus menyadari bahwa gaji dan fasilitas yang mereka nikmati berasal dari pajak rakyat, dan wartawan adalah mata serta telinga rakyat tersebut.
Sudah saatnya Bupati dan pimpinan daerah memberikan teguran keras bagi oknum-oknum “pejabat alergi wartawan” ini. Komunikasi publik yang sehat adalah cermin dari pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Jangan biarkan tembok keangkuhan meruntuhkan kepercayaan masyarakat Luhak Nan Tuo,jelas.
#By Narasi Penulis.( Maizetrimal,SH ).***
@Https//Info86News.com










