Bangunan Dana Desa Belum Setahun Sudah Ambruk, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan.

Bangunan Dana Desa Belum Setahun Sudah Ambruk, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan.
Bangunan Dana Desa Belum Setahun Sudah Ambruk, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan.
banner 468x60

Bangunan Dana Desa Belum Setahun Sudah Ambruk, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan.

Bangunan Dana Desa Belum Setahun Sudah Ambruk, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan.
Bangunan Dana Desa Belum Setahun Sudah Ambruk, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan.

( Lampung Barat ) – info86news.com – Kamis.16/04/2026/-Proyek bangunan yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) di Pekon Simpang Sari, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, menuai sorotan tajam.

Pasalnya, bangunan yang baru dikerjakan pada tahun 2025 di masa Penjabat (Pj) Peratin tersebut kini telah ambruk, bahkan belum genap satu tahun sejak selesai dibangun.

Bangunan yang menelan anggaran hampir mencapai Rp100 juta lebih itu kini terlihat rusak parah.

Dari pantauan di lokasi, struktur penahan tanah tidak mampu menahan beban, sehingga terjadi longsoran besar yang menggerus badan jalan.

Material bangunan pun tampak berserakan di area lereng, menandakan lemahnya konstruksi sejak awal.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga.

Mereka menilai proyek tersebut dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas dan standar teknis yang seharusnya.

“Ini belum lama dibangun, tapi sudah hancur seperti ini. Uang hampir seratus juta habis, tapi hasilnya sangat mengecewakan,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kesal.

Lebih jauh, warga mempertanyakan transparansi serta pengawasan dalam pelaksanaan proyek Dana Desa tersebut.

Mereka menduga adanya kelalaian, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya indikasi penyimpangan dalam penggunaan anggaran.

Kegagalan konstruksi ini dinilai bukan sekadar faktor alam, melainkan kuat dugaan akibat buruknya perencanaan dan minimnya kualitas pengerjaan.

Apalagi, lokasi pembangunan berada di area rawan longsor yang seharusnya membutuhkan perhitungan teknis matang, bukan sekadar proyek formalitas untuk menyerap anggaran.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah pekon maupun pihak terkait mengenai penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut. Sikap diam ini justru semakin menambah kecurigaan publik.

Warga mendesak agar pihak berwenang, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, segera turun tangan melakukan audit dan investigasi menyeluruh.

Mereka berharap ada pertanggungjawaban yang jelas, bukan sekadar pembiaran.

Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi pengelolaan Dana Desa, yang sejatinya bertujuan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, namun justru berujung pada proyek gagal yang merugikan rakyat.

“Jangan sampai Dana Desa jadi ajang proyek asal jadi. Ini uang rakyat, bukan untuk dibuang percuma,” tegas warga.

#By Narasi Ref:( Sukran hadi)
@Https//Info86News.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *