http://info86news.com | Saumlaki, 22 April 2026 – Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar periode 2026–2029, yang berlangsung di Aula MSC Ureyana, Saumlaki, Rabu (22/4/26).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya peran pers sebagai penjaga kebenaran dan penuntun opini publik di tengah derasnya arus informasi. “Pers tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga penentu arah kesadaran publik. Karena itu, pers tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai penjaga kebenaran dan penuntun nalar publik,” ujar Bupati.
Pers Diminta Jaga Marwah dan Profesionalisme
Bupati juga menekankan bahwa amanah yang diemban pengurus PWI bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab moral dan sosial yang menuntut profesionalisme dan integritas. “Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan sosial yang menuntut profesionalisme, integritas, serta komitmen untuk menjaga marwah pers di daerah ini,” katanya.
Ia berharap PWI Tanimbar dapat memperkuat kualitas jurnalistik yang berbasis fakta, verifikasi, dan keberimbangan informasi, sekaligus menjaga fungsi pers sebagai kontrol sosial yang sehat. “PWI diharapkan mampu menjaga peran pers sebagai kontrol sosial yang sehat, yang tidak hanya mengkritisi, tetapi juga memberikan solusi dan perspektif yang mencerahkan,” tegasnya.
Ketua PWI: Momentum Sejarah dan Tanggung Jawab Besar
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Simon Lolonlun dalam sambutannya menyebut pelantikan ini sebagai momentum bersejarah bagi daerah tersebut. “Sejak daerah ini berdiri pada tahun 1999, atau hampir 27 tahun perjalanan, baru hari ini kita memiliki kepengurusan PWI yang dilantik secara definitif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan pers saat ini semakin kompleks, terutama terkait krisis kepercayaan publik akibat maraknya informasi yang tidak terverifikasi. “Pers tidak boleh sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi harus menjadi penjernih informasi,” katanya.
Ketua PWI juga menegaskan komitmen organisasi untuk menjaga independensi serta membangun ekosistem pers yang sehat. “PWI bukanlah oposisi pemerintah, tetapi juga bukan alat kekuasaan. Sebagai organisasi profesi, PWI adalah mitra strategis yang kritis, konstruktif, dan berimbang,” ujarnya.
Perkuat Integritas dan Demokrasi Lokal
Pelantikan ini mengusung tema “Menata Fondasi, Menguatkan Integritas: PWI Tanimbar sebagai Pilar Literasi dan Demokrasi Lokal”. Tema tersebut menjadi dasar arah kebijakan organisasi dalam memperkuat profesionalisme wartawan di daerah.
Ketua PWI menyampaikan bahwa program kerja yang disusun tidak hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi juga untuk membangun ruang informasi yang sehat dan mencerahkan bagi masyarakat. “Program kerja yang telah kami susun bukan hanya untuk organisasi, tetapi untuk membangun ekosistem pers yang sehat di Tanimbar,” ujarnya.
Bupati berharap kehadiran PWI dapat menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan daerah melalui informasi yang akurat dan berimbang. “Semoga PWI tidak hanya menjadi saksi perjalanan daerah ini, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan yang mendorong kemajuannya,” tutup Ricky Jauwerissa.(rls:pwitanimbar/jk)










