Jakarta Info86NewsCom Bupati Pasaman, Welly Suhery dan Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian didampingi asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Pasaman gelar pertemuan dengan Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Saifullah Yusuf di Rumah Dinas Kediaman Mensos, Komplek Widya Candra, Jakarta Selatan, Minggu (26/4/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, diantaranya koordinasi dan menyampaikan proposal untuk Pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dibeberapa titik di Kabupaten Pasaman.
Disamping membahas terkait Sekolah Rakyat, pertemuan juga mengkoordinasi terkait data-data penerima bansos di Pasaman, sekaligus memvalidasi data penerima bansos di Kabupaten Pasaman.
“Ya, malam ini sekira pukul 20.00 WIB bersama Wakil Bupati Pasaman, didampingi oleh Prof Ganefri dan Asisten I Pemerintahan dan Kesra melakukan koordinasi dengan menteri Sosial di sambut hangat oleh bapak menteri di kediaman beliau.” Ujar Welly Suhery.
Meskipun dihari libur, bukanlah menjadi penghambat Bupati Welly memanfaatkan momentum tersebut untuk menggaet sejumlah program untuk masyarakat Pasaman.
“Pertemuan ini menyerahkan usulan resmi sekaligus mematangkan proposal pembangunan “Sekolah Rakyat” (SR) ke Kementerian Sosial, alhamdulillah langsung bisa bertemu dengan menterinya. Ujar Bupati Welly.
Dikatakan Bupati Welly, hal ini demi sebuah inisiatif pendidikan yang dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tersebar di 12 Kecanatan di Kabupaten Pasaman.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Mensos ini terlihat akrab dan penuh dengan rasa kekeluargaan, Bupati Welly dari jajaran Pemerintahan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat Asrial Arfandi Hasan.
Sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah, Bupati Welly Suhery kepada Mensos langsung melaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman bersedia dan telah menyiapkan lahan untuk pendirian Sekolah Rakyat, bahkan tersedia dibeberapa tempat seperti di Nagari Tanjuang Baringin, Lubuk Sikaping.
Bukan itu saja, disejumlah wilayah kecamatan yang lain juga tersedia seperti di Kecamatan Dua Koto, Kecamatan Mapat Tunggul dan Kecamatan Rao Utara. Lahan dilokasi tersebut diproyeksikan bisa menjadi pusat kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal karena kendala ekonomi.
Dikatakan oleh Bupati Welly, status usulan lahan tersebut tengah berada pada tahap finalisasi kajian teknis lahan yang dilakukan oleh Tim dari Pemerintah Kabupaten Pasaman berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Pasaman. Ujarnya.
Dikatakan Welly Suhery, langkah penyiapan lahan ini, merupakan hal penting terkait dengan administratif yang krusial untuk memastikan aspek legalitas lahan sebelum pembangunan fisik dimulai oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini, Bupati Welly memberikan suatu kepastian bahwa ketersediaan lahan bukan persoalan.
Bupati Welly juga menyampaikan rasa syukur atas sambutan positif Mensos RI terhadap kunjungan dan usulan program tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah solusi jangka panjang dalam memberdayakan masyarakat agar menjadi lebih mandiri dan cerdas.
Alhamdulillah, kami sangat bersyukur proposal pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pasaman telah diserahkan dan diterima secara resmi oleh Bapak Mensos Langsung.
Dikatakan oleh Bupati Welly, bahwa Ini adalah bentuk komitmen nyata untuk menjamin agar seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pasaman, terutama keluarga prasejahtera, bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Bupati Welly.
Sebagaimana diketahui Program Sekolah Rakyat merupakan buah sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan pemerintah daerah dalam mengintervensi kemiskinan yang terjadi akhir-akhir ini. Keberadaan Sekolah Rakyat sangat membantu keluarga kurang mampu untuk mendidik anak-anaknya agar setara dengan anak-anak yang lain. (***)










