Kelola Aset Harus Tertib, Bupati Pasaman: ASN yang Melanggar Siap Dikenakan Tindakan

banner 468x60

PASAMAN, Info86News.Com Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara dalam apel organik di halaman Kantor Bupati, Senin (4/5/2026). Penegasan ini disampaikan menyusul ditemukannya sejumlah ketidaktertiban dalam pengelolaan aset daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Dalam arahannya kepada seluruh pejabat dan staf, Bupati menekankan pentingnya kedisiplinan kinerja, penyusunan laporan program kerja, serta upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

Secara khusus ia menyoroti penggunaan kendaraan dinas yang masih banyak menyimpang dari aturan. Di antaranya kendaraan tidak diparkir di tempat yang telah ditentukan, belum terpasang stiker identitas daerah, hingga kelengkapan dokumen yang belum dipenuhi.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pengelolaan aset merupakan bagian dari tanggung jawab dan akuntabilitas. Jangan pernah bermain-main dengan barang milik daerah,” tegasnya.

Ia menegaskan, setiap penggunaan aset yang tidak sesuai ketentuan dan tanpa persetujuan pimpinan berpotensi menimbulkan risiko hukum bagi pelakunya.

“Segala bentuk ketidaktertiban akan ditindak tegas. Tanpa izin resmi, tindakan tersebut bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hukum,” tambahnya.

Sebagai langkah nyata, Bupati memerintahkan Badan Keuangan Daerah melalui Bidang Aset dan Akuntansi untuk segera melakukan pengawasan serta penertiban secara menyeluruh.

“Saya minta proses ini dimulai hari ini juga. Lakukan pengawasan ketat dan ambil langkah sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, cara mengelola aset dengan baik menjadi cerminan kualitas kerja aparatur. “Mustahil kita bisa menghasilkan kinerja yang unggul jika pengelolaan barang saja tidak dikerjakan dengan disiplin dan tanggung jawab,” katanya.

Selain persoalan tersebut, Bupati juga menekankan percepatan realisasi Pendapatan Asli Daerah sebagai prioritas utama. Ia meminta instansi terkait segera mengadakan rapat khusus guna merumuskan langkah-langkah efektif agar target pendapatan tercapai tepat waktu.

“Pola kerja yang lamban dan konvensional tidak lagi relevan. Setiap hasil kerja harus terukur, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

( Abdi Novirta )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *