http://info86news.com | Saumlaki, 5 Mei 2026 – Pagi yang tenang di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, menjadi ruang refleksi mendalam saat Pastor Pius Heljanan, menyampaikan pesan tentang damai sebagai warisan iman yang tidak lekang oleh waktu.
Dalam suasana yang hening namun penuh makna, Pastor Pius langsung mengajak umat merenungi pesan Yesus yang sederhana namun kuat. “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,” kutipnya, mengingatkan bahwa damai bukan sekadar perasaan sesaat, melainkan anugerah ilahi yang menetap dalam hati orang percaya.
Ia menegaskan, damai yang sering dicari manusia di dunia kerap bersifat sementara, terikat pada rasa aman, kesehatan, kekayaan, jabatan, hingga popularitas.
Namun damai sejati, kata dia, bersumber dari kehadiran Allah sendiri dalam hidup manusia. “Damai yang diberikan Yesus bersifat kekal, menetap di hati: Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus,” ujarnya dengan nada tenang.
Dalam refleksinya, Pastor Pius juga menguraikan tiga jalan sederhana namun mendalam agar damai itu sungguh hidup dalam diri setiap orang.
Pertama, membangun relasi yang intim dengan Tuhan sebagai sumber damai. Kedua, menjaga kedamaian hati dengan setia pada suara hati dan bisikan Roh Kudus. Ketiga, menghadirkan damai dalam relasi dengan sesama melalui sikap saling mengampuni dan menjadi berkat dalam kata maupun tindakan.
Pesan ini terasa relevan bagi umat yang hidup di tengah dinamika kehidupan sosial. Ajakan untuk berdamai bukan hanya menjadi refleksi rohani, tetapi juga panggilan konkret dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir renungannya, Pastor Pius menegaskan bahwa damai bukan sesuatu yang dicari di luar, melainkan dibangun dari dalam diri dan dibagikan kepada sesama.
Pesan itu menutup pagi di Lauran dengan kesadaran sederhana: damai sejati tumbuh ketika manusia hidup dekat dengan Tuhan dan tulus terhadap sesamanya.(jk)










