Saumlaki – Pastor Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, menutup rangkaian kunjungan pastoral selama enam bulan di Rukun Santo Antonius Padua, Paroki HKY Olilit Barat, Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (15/05/2026).
Kunjungan pastoral yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIT itu menjadi penutup perjalanan rohani menyusuri rumah-rumah umat di rukun tersebut.
Momen tersebut berlangsung penuh suasana kekeluargaan, refleksi iman, serta ungkapan syukur dari umat yang selama enam bulan menerima pelayanan pastoral secara langsung dari Pastor Paroki bersama pengurus rukun.
Dalam refleksi penutupnya, umat menyampaikan bahwa kehadiran RD Ponsianus Ongirwalu bukan sekadar agenda kunjungan biasa, melainkan bentuk nyata kehadiran Gereja di tengah kehidupan keluarga. “Bapa Pastor, kehadiranmu di rumah kami bukan sekadar kunjungan formal, melainkan kehadiran Kristus yang menyapa langsung meja makan dan ruang tamu kami,” ungkap perwakilan umat dalam refleksi bersama.
Umat mengaku merasa diteguhkan melalui doa, percakapan, dan perhatian pastoral yang diberikan selama perjalanan enam bulan tersebut. Mereka menilai kunjungan dari rumah ke rumah telah memperkuat kehidupan iman keluarga di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Kunjungan pastoral itu turut menyambangi sembilan keluarga umat, masing-masing keluarga Bapak Yoseph Abby, Karel Elmas, Stanislaus Leliaman, Yohanis Laratmase, Elsa Laratmass, Candra Futwembun, Kaitanus Batmomolin, Devota Samponu, dan Yoseph Bwarlely.
Selain menyampaikan refleksi umat, apresiasi juga diberikan kepada Ketua Rukun dan jajaran Badan Pengurus Rukun dan Stasi (Baperus) yang dinilai setia mendampingi perjalanan pastoral tersebut.
“Enam bulan berjalan kaki dari rumah ke rumah adalah bukti cinta yang nyata. Kelelahan kalian adalah persembahan harum bagi Tuhan,” demikian ungkapan apresiasi yang disampaikan dalam kegiatan itu.
Sementara itu, dalam pesan pastoral penutupnya, RD Ponsianus Ongirwalu mengajak umat untuk terus menjaga kehidupan iman keluarga dan semangat persaudaraan meski rangkaian kunjungan telah berakhir. “Hari ini kita sampai pada penghujung kunjungan rutin selama enam bulan terakhir. Namun, selesainya jadwal kunjungan bukan berarti selesainya penyertaan Tuhan,” ujar RD Ponsianus Ongirwalu.
Ia menegaskan pentingnya menjadikan rumah tangga sebagai “Gereja yang hidup” dan tempat bertumbuhnya iman keluarga.
“Jadikan rumah sebagai bait suci kecil. Tuhan tidak hanya hadir di Gereja saat hari Minggu, tetapi Ia hadir di setiap senda gurau, pergumulan, dan doa-doa malam di keluarga kalian,” pesannya.
Selain itu, RD Ponsianus Ongirwalu juga mengajak umat meneladani Santo Antonius Padua sebagai pelindung rukun dengan menghadirkan semangat pelayanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Saya mengajak setiap kepala keluarga menjadi penolong bagi yang kesulitan dan pembawa damai bagi yang berselisih,” katanya.
Di akhir kunjungan pastoral tersebut, Pastor Paroki kembali mengingatkan pentingnya menjaga semangat sinodalitas atau berjalan bersama sebagai satu tubuh Gereja.
“Jangan biarkan sekat dinding rumah memisahkan kepedulian kita. Teruslah berjalan bersama seperti yang kita lakukan selama kunjungan ini,” tutup RD Ponsianus Ongirwalu.(jk)










