Dana BOS SMKN 1 Way Tenong Rp 1,17 Miliar Disorot, Dugaan Pembengkakan Anggaran Administrasi Capai Ratusan Juta.

banner 468x60

Dana BOS SMKN 1 Way Tenong Rp 1,17 Miliar Disorot, Dugaan Pembengkakan Anggaran Administrasi Capai Ratusan Juta.

Dana BOS SMKN 1 Way Tenong Rp 1,17 Miliar Disorot, Dugaan Pembengkakan Anggaran Administrasi Capai Ratusan Juta.
Dana BOS SMKN 1 Way Tenong Rp 1,17 Miliar Disorot, Dugaan Pembengkakan Anggaran Administrasi Capai Ratusan Juta.

( lampung barat) – Info86News.com – Juma’at.15/05/2026/-Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025 di SMK Negeri 1 Way Tenong mulai menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan ketidak wajaran pada sejumlah pos penggunaan anggaran sekolah.

Berdasarkan data penggunaan Dana BOS tahun 2025, sekolah tersebut tercatat menerima anggaran sekitar Rp 1,17 miliar dengan jumlah siswa sebanyak 687 orang.

Namun dari hasil penelusuran dan analisis kewajaran anggaran, pos administrasi kegiatan sekolah menjadi perhatian paling besar lantaran nilainya mencapai lebih dari Rp 533 juta dalam satu tahun anggaran.

Nilai fantastis tersebut dinilai menimbulkan tanda tanya publik. Pasalnya, pos administrasi sekolah pada umumnya hanya mencakup kebutuhan operasional kantor seperti alat tulis, tinta printer, fotokopi, konsumsi rapat, perjalanan dinas hingga kebutuhan administrasi ringan lainnya.

“Jika benar administrasi mencapai lebih dari setengah miliar rupiah, tentu publik berhak mempertanyakan rincian penggunaannya. Karena nilainya hampir separuh total Dana BOS sekolah.

Tak hanya administrasi sekolah, sejumlah pos lain juga dinilai cukup tinggi, di antaranya:

pengembangan perpustakaan Rp 117 juta,

pemeliharaan sarana dan prasarana Rp 169 juta,

kegiatan PKL/Bursa Kerja Khusus Rp 138 juta.

Besarnya nilai anggaran tersebut memunculkan dugaan adanya pembengkakan belanja pada beberapa kegiatan, terutama yang sulit diverifikasi secara fisik seperti administrasi dan perjalanan kegiatan.

Pos administrasi sekolah sendiri disebut sebagai salah satu titik paling rawan karena rentan terjadi dugaan mark-up nota pembelian, belanja ATK berlebihan, hingga laporan kegiatan yang tidak sesuai realisasi di lapangan.

Sementara pada anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana, publik mulai mempertanyakan sejauh mana perubahan fisik sekolah yang terlihat. Sebab jika anggaran mencapai ratusan juta rupiah, masyarakat menilai seharusnya terdapat dampak pembangunan atau perbaikan yang signifikan.

Begitu pula dengan pengembangan perpustakaan dan kegiatan PKL siswa yang dinilai perlu dibuka secara transparan kepada publik, mulai dari rincian belanja, jumlah pengadaan, lokasi kegiatan hingga bukti realisasi pekerjaan.

Meski demikian, seluruh angka tersebut masih berupa analisis dan simulasi dugaan awal berdasarkan kajian kewajaran anggaran serta belum dapat disimpulkan sebagai kerugian negara tanpa adanya audit resmi dari lembaga berwenang.

Pihak sekolah tetap memiliki hak memberikan klarifikasi maupun penjelasan terkait penggunaan Dana BOS tersebut, termasuk menunjukkan dokumen pertanggungjawaban kegiatan dan realisasi penggunaan anggaran.

Namun saat tim media mendatangi SMK Negeri 1 Way Tenong guna meminta konfirmasi resmi, kepala sekolah disebut tidak berhasil ditemui. Bahkan salah satu wartawan mengaku nomor kontaknya diduga telah diblokir setelah berupaya meminta klarifikasi terkait penggunaan Dana BOS tersebut.

Sikap tertutup tersebut justru semakin memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi pengelolaan anggaran pendidikan di sekolah itu.

Sejumlah elemen masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Lampung Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung hingga aparat penegak hukum untuk turun melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan Dana BOS tahun 2025 di sekolah tersebut.

Publik berharap pengelolaan dana pendidikan yang bersumber dari uang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan siswa dan peningkatan mutu pendidikan, bukan justru menjadi celah dugaan pemborosan maupun penyimpangan anggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMK Negeri 1 Way Tenong belum memberikan tanggapan resmi terkait munculnya dugaan pembengkakan anggaran tersebut.

#By Narasi Ref: ( Sukran hadi)
@Https//Info86News.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *