Budi Rizkiyanto Penjualan BBM Subsidi Liar di Ogan Ilir Bukti Negara Absen, Pertamina dan Aparat Dinilai Tutup Mata

banner 468x60

Budi Rizkiyanto Penjualan BBM Subsidi Liar di Ogan Ilir Bukti Negara Absen, Pertamina dan Aparat Dinilai Tutup Mata

( OGAN ILIR-SUMSEL ) – Info86News.com – Rabu.27/05/2026/-Pengamat kebijakan publik Budi Rizkiyanto mengkritik keras maraknya dugaan penjualan BBM subsidi Pertalite dan Biosolar di luar harga resmi yang terjadi di wilayah Ogan Ilir. Menurutnya, kondisi ini adalah bukti lemahnya pengawasan pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum.

“Di lapangan kami temukan harga Pertalite di pengecer sudah mencapai Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter. Padahal harga resmi di SPBU hanya Rp10.000. Ini bukan lagi pasar bebas, ini dugaan monopoli dan penimbunan yang merugikan rakyat kecil,” ujar Budi Rizkiyanto, Selasa (27/05/2026).

Budi menyebut, kelangkaan dan antrean panjang di SPBU terjadi karena adanya dugaan praktik pengisian berulang oleh oknum pembeli dan petugas SPBU nakal. BBM subsidi yang seharusnya untuk masyarakat kecil justru diduga dijual kembali ke pengecer ilegal dengan keuntungan berlipat.

“Pertanyaannya sederhana: minyak subsidi ini keluar dari SPBU lewat mana? Izinnya dari mana? Kalau tidak jelas sumber dan distribusinya, maka ini pelanggaran UU Migas dan Permen ESDM. Tapi sampai hari ini Pertamina dan aparat seperti tutup mata, tutup telinga,” tegasnya.

Ia menyoroti dampak langsung ke masyarakat. Antrean BBM yang mengular sering menutup jalan raya dan menimbulkan kemacetan. Sementara program pemerintah pusat untuk menjaga harga BBM subsidi menjadi berantakan di lapangan.

“Negara hadir bukan cuma bikin regulasi di atas kertas. Kalau di lapangan dibiarkan liar, maka subsidi ini hanya menguntungkan mafia dan oknum di SPBU. Rakyat kecil yang jadi korban,” kata Budi.

Budi mendesak Pertamina dan aparat penegak hukum segera melakukan sidak, audit distribusi, dan menindak tegas SPBU serta oknum yang terlibat. Ia juga meminta masyarakat mencatat nomor SPBU, waktu kejadian, dan bukti transaksi untuk dilaporkan ke Dumas Presisi Polri dan BPH Migas.

“Kalau negara kalah dengan oknum nakal, maka kepercayaan publik runtuh. Jangan tunggu rakyat bertindak sendiri karena merasa tidak dilindungi,” tutupnya.

#By Narasi.( Tim.M Tahan )
@Https//Info86News.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *