Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Polda Sumbar Salurkan KUR Rp10 Miliar Lebih untuk 307 Petani Binaan Polri

banner 468x60

PADANG, info86News.Com Komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Barat dalam mendukung percepatan program ketahanan pangan nasional terus dibuktikan melalui langkah nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Melalui inisiatif dan kerja keras Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumbar, sebanyak 307 petani binaan Polri resmi mendapatkan akses permodalan perbankan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan total nilai penyaluran mencapai Rp10.024.000.000.

Penyerahan simbolis kredit tersebut dilaksanakan dalam kegiatan Penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI kepada Petani Binaan Polda Sumatera Barat, yang berlangsung di Aula Tuah Sakato Polresta Padang, Jumat (22/5/2026). Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat dan dihadiri Kabiro SDM Polda Sumbar, Kabag Binkar Ro SDM, Wakapolresta Padang, Pejabat Utama Polresta Padang, para Wakapolres, Kabag SDM, Kasat Binmas jajaran, pimpinan wilayah Bank BRI, serta ratusan petani penerima manfaat yang hadir dari berbagai kabupaten dan kota.

Program ini merupakan kelanjutan sukses penyaluran tahap awal yang sebelumnya telah digulirkan di Kabupaten Pasaman dengan sasaran 31 kelompok tani. Pada tahap kedua ini, cakupan penyebaran meluas signifikan hingga mencakup hampir seluruh wilayah Sumatera Barat, dengan jumlah penerima melonjak menjadi 307 petani, di mana mayoritas bergerak pada komoditas jagung dan selebihnya petani padi yang selama ini aktif mendukung program swasembada pangan.

Keberhasilan menghadirkan akses permodalan ini tidak terlepas dari peran strategis Biro SDM Polda Sumbar sebagai motor penggerak utama, yang menjembatani kerja sama antara Mabes Polri dan perbankan Himbara. Melalui koordinasi lintas sektor yang solid bersama Satgas Ketahanan Pangan, pemerintah daerah, dan kelompok tani, skema pembiayaan yang dihadirkan mampu memangkas birokrasi dan mempermudah akses modal bagi petani yang selama ini sering menghadapi kendala administrasi.

Langkah ini menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga bertransformasi mengambil peran aktif dan strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi kerakyatan.
*Dana Rp10 Miliar Lebih, Perkuat Sarana Produksi Pertanian*

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan, selain 307 petani yang telah menerima pencairan, masih terdapat 104 petani lainnya yang saat ini sedang dalam tahap verifikasi akhir administrasi, yang diproyeksikan segera menerima bantuan modal pada gelombang berikutnya.

Dana KUR yang disalurkan ini secara khusus diperuntukkan bagi kebutuhan produktif usaha tani, mulai dari pembibitan, pembelian pupuk dan obat, penyediaan alat pertanian, pengolahan lahan, biaya operasional tanam, hingga pengembangan pasca panen. Dukungan modal yang memadai ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas, kualitas hasil panen, serta meningkatkan daya saing dan kesejahteraan para petani di tingkat akar rumput.

*Penyebaran Merata, Bukti Pemerataan Pembinaan*

Program penyaluran KUR ini tersebar luas di berbagai wilayah, menegaskan bahwa pembinaan Polri dilakukan secara merata dan tidak berpusat di satu titik saja. Adapun rincian jumlah penerima per wilayah adalah:

– Polresta Bukittinggi: 66 petani (terbanyak)
– Polresta Padang: 52 petani
– Polres Pasaman: 31 petani
– Polres Sijunjung: 30 petani
– Polres Agam: 28 petani
– Polres Lima Puluh Kota: 27 petani
– Serta menjangkau wilayah Solok Selatan, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang Panjang, Pariaman, Pesisir Selatan, hingga Dharmasraya.

Dalam arahannya, Kapolda Sumbar menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian adalah wujud nyata dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Pendampingan yang dilakukan mulai dari tingkat Bhabinkamtibmas hingga jajaran pimpinan, bertujuan memastikan program pemerintah tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, Kabiro SDM Polda Sumbar menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti sinergi kuat antara institusi kepolisian, pemerintah daerah, dan dunia perbankan. Peran aktif Polri sebagai fasilitator dan pendamping lapangan menjadi kunci keberhasilan agar petani mendapatkan akses kemudahan layanan keuangan.

Program ini sekaligus menjadi bukti nyata implementasi visi Polri Presisi, yang hadir tidak hanya untuk melindungi dan mengayomi, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui program-program ekonomi produktif dan berkelanjutan. Dengan total nilai penyaluran yang telah menembus angka Rp10 miliar, inisiatif Polda Sumbar ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi inspiratif di tingkat nasional, guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

(Abdi Novirta)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *