Kapolres Donggala, Melalui Kapolsek Sirenja, Ada Laporan Masyarakat Tentang Penganiayaan Sikorban, Sampai Meninggal di Puskesmas Dan Pelaku Sudah Di Amankan Polres Donggala

banner 468x60

Kapolres Donggala, Melalui Kapolsek Sirenja, Ada Laporan Masyarakat Tentang Penganiayaan Sikorban, Sampai Meninggal di Puskesmas Dan Pelaku Sudah Di Amankan Polres Donggala

Kapolres Donggala, Melalui Kapolsek Sirenja, Ada Laporan Masyarakat Tentang  Penganiayaan Sikorban, Sampai  Meninggal di Puskesmas Dan Pelaku Sudah Di Amankan Polres Donggala
Kapolres Donggala, Melalui Kapolsek Sirenja, Ada Laporan Masyarakat Tentang Penganiayaan Sikorban, Sampai Meninggal di Puskesmas Dan Pelaku Sudah Di Amankan Polres Donggala

( Donggala – Sulteng ) – Info86News.com – Juma”at.29/05/2026/-Menurut laporan Masyarakat atau ada laporan masyarakat
tentang penganiayaan yang di lakukan oleh LK . Asri alias Cili ( 40) Agama : Muslim, pekerjaan : tani dengan alamat : Desa Sibado Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Korban atas nama Alm.LK. Ronli Lumondo ( 27), Agama : Kristen, pekerjaan : tani alamat Desa Tompe, Kecamatan Sirenja.

Sebelumnya Istri sikorban ( FRW ) lapor ke Polsek, terus Tersangka kita tangkap terus diserahkan di Polres Donggala, sampe korban di rawat di Puskesmas Punggawa Tompe Sirenja.

Jadi Kronologisnya pada hari Senin, 25 Mei 2026, Pukul 06 . 30 Wita, Pelaku atas nama Asri alias Cili, keluar dari rumahnya menggunakan sepeda motor bersama rekannya Resno, menuju Desa Tompe dengan maksud mencari Korban LK . Ronli Lumundo, namun tidak menemukan ketika sampai di rumahnya Korban ( RL), pelaku tidak menemukan korban sehingga pelaku kembali ke Desa Sibado untuk melaporkan kepada kepala Dusun, prihal Anjing Miliknya di curi atau diambil yang di duga dilakukan oleh sikorban, demikian di katakan Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji di temui Awak Media Ini Usai Giat Apel Pagi di ruang Kantor nya, Jum’at, 28 Mei 2026.

Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K. M.Si, Melalui Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji Mengatakan, Pelaku bersama ketua Dusun ( Patman ) di desa Sibado, bersama pelaku LK. Asri alias Acil ini menuju kerumah korban dengan maksud untuk mencari serta meminta pertanggung jawaban atas matinya anjing milik pelaku.
Namun sesampainya di rumah korban si pelaku tidak menemukan korban, sehingga pelaku mengambil barang bukti berupa sebatang tongkat dari kayu hitam bulat dengan panjang kurang lebih 80 Sentimeter, dan kayu itulah yang selalu di gunakan si korban ini, disamping dia sebagai petani juga pencari hewan anjing untuk di jual ke Maesa Kota Palu, Ujar Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji.

Kemudian tiba – tiba si pelaku melihat korban melintas menggunakan sepedah motor, kemudian pelaku langsung mengejar si korban, setelah berhasil mengejar si Korban, pelaku berhasil memberhentikan korban dengan maksud mau menanyakan perihal anjing milik si pelaku yang di bunuh si korban, dan pada saat di tanya si Pelaku, si korban hanya pura – pura tidak tahu sambil menertawakan, nah disitulah terpancingnya emosi pelaku.
Sehingga langsung dengan spontan melakukan pemukulan pertama di pipi si korban pakai kayu hitam yang di bawa si pelaku, kemudian ( sebetul nya mereka si pelaku dan si korban adalah berteman ), lalu di pukul kedua kalinya pakai kayu tongkat tadi pas di kepalanya dan tersungkur, dan ketika akan di pukul ke tiga kalinya temannya melerainya, sesudah itu si pelaku bersama rekannya pergi meninggalkan si korban.
Lalu sikorban setelah jatuh ke tanah habis di pukul kedua ( 2 ) kali, kemudian si pelaku melarikan diri dan meninggalkan TKP, karena melihat korban terjatuh langsung kepala dusun atas nama Patman ( 50 ), Patman ini melerai sambil mendorong pelaku untuk menghentikan perbuatan nya, dan kemudian inisiatif nya membawa si korban ke Puskesmas Punggawa Tompe Sirenja, Setelah itu mendapat kan perawatan intensif, mungkin karena keterbatasan sarana dan tenaga medis yang kurang, sehingga korban atas nama Ronli Lumondo menghembuskan napas terakhirnya di Puskesmas, padahal rencananya mau di rujukan ke Palu, namun ada informasi belum ada kamar kata pekerja Medis kepada Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji.

Jadi tanggapan Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji menyampaikan, Saya selaku Kapolsek Sirenja sekiranya. Masyarakat ketika ada kejadian seperti itu jangan langsung main hakim sendiri, jangan kedepan ego, buang ego itu mari duduk bersama rundingkan, kita bicarakan bersama, dan kalau memang bisa ada solusinya yan kita cari solusinya, kalau memang tidak ada apa boleh buat kita serahkan kepada Aparat keamanan untuk menindaki perbuatan tersangka sehingga sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku di negara kita.
Sekali lagi saya minta kepada tokoh masyarakat dan aparat pemerintah desa setempat atau memberikan edukasi tentang kesadaran hukum, sehingga apa bila terjadi sesuatu hal atau kejadian Jangan Main Hakim Sendiri, karena Negara kita ini Negara Hukum yang ada aturan dan undang – undang mengatur.
Jadi sekali lagi mohon dihilangkan lah ego masing – masing, dan saya minta kepada aparat desa maupun aparat pemerintah Kecamatan setempat untuk memberikan edukasi, pemahaman pentingnya tentang kesadaran hukum, sehingga setiap ada kejadian tidak langsung main hakim sendiri, atau mengambil keputusan sendiri yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain, jelas Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji.

Kapolsek Sirenja Menambahkan,
Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K. M.Si, Memberikan Kemudahan dan Pelayanan cepat melalui Pelayanan cepat singkat Cell Center phone HP,

#By Narasi.( Hardiman ).
@Https//Info86News.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *