Padang, Sumatera Barat info86news.com Polda Sumatera Barat bersama unsur pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan ribuan warga menggelar Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT di kawasan Kota Padang, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kesatuan pandangan untuk menjaga nilai budaya, agama, serta melindungi generasi muda dari pengaruh destruktif yang mengancam ketahanan sosial di Ranah Minang.
Puncak acara ditandai dengan pembentangan kain putih sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang membentang di sepanjang jalur utama lokasi kegiatan. Kain tersebut kemudian ditandatangani secara berurutan oleh Kapolda Sumbar, pejabat daerah, pemuka adat, tokoh agama, hingga peserta yang hadir. Tanda tangan itu menjadi simbol kesepakatan bersama untuk mengawal pelaksanaan deklarasi secara nyata dan berkelanjutan.
Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan ini tidak boleh berhenti hanya sebagai seremoni semata. Menurutnya, deklarasi harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar hasilnya dapat dirasakan secara langsung.
“Kami mengajak semua pihak menjadikan momentum ini sebagai titik awal perubahan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat harus terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dan pengaruh yang bertentangan dengan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” ujar Kapolda Gatot.
Ia menambahkan bahwa tantangan terhadap ketahanan keluarga dan remaja semakin kompleks. Oleh karena itu, pengawasan di lingkungan tempat tinggal, sekolah, dan tempat berkumpul warga menjadi kunci utama pencegahan dini. Pihak kepolisian siap menjadi garda terdepan dalam penindakan hukum, namun keberhasilan sangat bergantung pada dukungan aktif masyarakat.
“Tanpa peran serta warga, penegakan hukum saja tidak akan maksimal. Kita harus saling mengingatkan, melaporkan hal mencurigakan, dan membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Adat Alam Minangkabau yang turut hadir menyatakan dukungan penuh terhadap deklarasi ini. Menurutnya, prinsip adat dan syariat yang menjadi pedoman hidup masyarakat Sumatera Barat mewajibkan setiap warga menjaga kesucian lingkungan dan melindungi generasi penerus dari hal-hal yang merusak akhlak dan masa depan.
“Nilai luhur yang diwariskan leluhur harus tetap terjaga. Deklarasi ini menjadi bukti bahwa kita bersatu mempertahankan identitas dan kesejahteraan sosial, sehingga Sumatera Barat tetap menjadi daerah yang aman, bermartabat, dan terhindar dari bahaya narkoba serta penyimpangan nilai lainnya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman, dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan usia. Selain pembentangan kain putih, acara juga diisi dengan doa bersama dan komitmen lisan seluruh elemen untuk melaksanakan pengawasan serta pencegahan secara berkesinambungan ke depannya.
Dengan terselenggaranya deklarasi ini, diharapkan tercipta iklim yang kondusif, di mana setiap warga menjadi mata dan telinga bersama, serta berperan aktif memastikan lingkungan tetap bersih, sehat, dan layak bagi pertumbuhan generasi mendatang di Ranah Minang.
( Abdi Novirta Redaksi info86news.Com )










