Pasaman, Sumatera Barat info86news.com Pemerintah Kabupaten Pasaman menerima audiensi Koordinator Wilayah II Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat beserta perwakilan sejumlah perguruan tinggi setempat. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Bupati Pasaman pada Sabtu (20/6/2026), dipimpin langsung Bupati Welly Suhery didampingi jajaran pimpinan dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rombongan mahasiswa yang dipimpin Ridho Kurnia mewakili STAI Lubuk Sikaping, ITS Khatulistiwa, Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat, dan IAI YAPTIP. Mereka mengapresiasi sikap terbuka Pemkab Pasaman yang bersedia menerima masukan meski di hari libur, sekaligus menyampaikan sejumlah aspirasi menyangkut pembangunan daerah.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyoroti beberapa hal utama: kualitas pelayanan dan ketersediaan fasilitas di RSUD Pasaman, kondisi jalan yang masih perlu perbaikan, realisasi program rumah layak huni, serta upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Mereka juga menegaskan peran sebagai mitra kritis dan pengawal pembangunan.
“Kami ingin menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat. Misalnya, masih banyak warga yang memilih berobat ke luar daerah karena menilai pelayanan di RSUD perlu ditingkatkan. Begitu juga akses jalan di sejumlah wilayah yang menghambat aktivitas ekonomi,” ujar Ridho Kurnia.
Menanggapi hal itu, Bupati Welly Suhery menyambut baik masukan dan menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki kinerja serta pelayanan publik. Ia mengakui pemerataan pembangunan masih menjadi tantangan, mengingat keterbatasan anggaran daerah, namun pihaknya terus berupaya mengakses pendanaan dari provinsi dan pusat.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun. Wilayah seperti Rao Utara, Mapat Tunggul, hingga Dua Koto menjadi prioritas penanganan. Kami juga terus memperbaiki fasilitas kesehatan dan memperluas program bantuan bagi warga,” jelas Bupati.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dan mitra strategis pemerintah, bukan hanya menyampaikan aspirasi tetapi juga turut serta mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran.
Audiensi berlangsung hangat dan konstruktif, ditutup dengan kesepakatan untuk terus membangun komunikasi agar berbagai persoalan dapat dicarikan solusi terbaik demi mewujudkan Pasaman yang berkarakter, maju, dan berkelanjutan.
(Abdi Novirta)










