Khairuddin Simanjuntak: Dari Perjuangan Hidup hingga Mengawal Pembangunan Jalan Strategis Pasaman

banner 468x60

Pasaman, 01 Agustus 2026 – Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap pembangunan yang lahir dari aspirasi masyarakat patut diapresiasi, termasuk dimulainya Rehabilitasi Jalan Ruas Padang Sawah–Kumpulan (P.068) Paket 2 di Kabupaten Pasaman.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp13.599.232.811 dengan masa pelaksanaan 160 hari kalender, dimulai sejak 14 Juli 2026. Proyek ini dilaksanakan oleh PT Aura Mandiri Sejahtera melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat.

Di balik hadirnya pembangunan ini, tentu terdapat proses panjang mulai dari penyampaian aspirasi masyarakat, pembahasan anggaran, hingga pengawasan pelaksanaan. Salah satu tokoh yang selama ini dikenal konsisten memperjuangkan pembangunan di wilayah Pasaman dan Pasaman Barat adalah Khairuddin Simanjuntak.

Lahir di Jorong Suka Damai, Nagari Panti, Kabupaten Pasaman, Khairuddin Simanjuntak berasal dari keluarga sederhana. Sejak kecil ia telah kehilangan kedua orang tuanya. Demi melanjutkan pendidikan, ia pernah bekerja menambang pasir di sungai. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia merantau ke Jambi, Batam, dan Medan. Di tanah rantau ia pernah menjadi kernet dan sopir, sebelum kemudian aktif sebagai aktivis pada era Reformasi 1998. Pengalaman hidup tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat dan memahami langsung berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

Sekembalinya ke Pasaman, Khairuddin aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Karier politiknya dimulai pada tahun 2004 melalui Partai Bintang Reformasi (PBR). Meski belum berhasil pada pemilu pertamanya, ia tetap konsisten membangun komunikasi dengan masyarakat.

Kepercayaan publik akhirnya datang pada Pemilu 2009 ketika ia terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Pasaman periode 2009–2014. Pada periode berikutnya, 2014–2019, ia kembali dipercaya masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasaman melalui Partai Gerindra. Berbekal pengalaman tersebut, Khairuddin kemudian melangkah ke tingkat provinsi dan berhasil terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2019–2024, serta kembali memperoleh kepercayaan masyarakat untuk periode 2024–2029.

Selain aktif sebagai legislator, Khairuddin Simanjuntak juga dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat. Di luar dunia politik, ia mendapat amanah sebagai Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2029. Amanah tersebut menunjukkan kepercayaan yang diberikan kepadanya, baik dalam bidang pemerintahan maupun pembinaan olahraga di Sumatera Barat.

Salah satu hasil nyata dari perjuangan tersebut kini mulai dirasakan masyarakat melalui pembangunan Jalan Padang Sawah–Kumpulan. Ruas jalan ini bukan lagi sekadar jalan penghubung antarwilayah, melainkan telah berkembang menjadi jalur alternatif utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Kota Padang maupun sebaliknya menuju Kabupaten Pasaman. Kehadiran jalan yang layak dan aman akan mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.

Apresiasi datang dari Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ir. Ulul Azmi, ST., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng, yang juga merupakan putra asli Kabupaten Pasaman, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Khairuddin Simanjuntak dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur di daerah.

Saya mengapresiasi perjuangan Bapak Khairuddin Simanjuntak yang selama ini konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat Pasaman dan Pasaman Barat. Sebagai putra daerah, saya memahami betapa pentingnya ruas Jalan Padang Sawah–Kumpulan. Saat ini jalan tersebut telah menjadi jalur alternatif utama bagi masyarakat dan para pengendara menuju Kota Padang maupun sebaliknya ke arah Pasaman. Kehadiran proyek rehabilitasi ini tentu menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan masyarakat.

Menurut Ulul Azmi, pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

“Harapan kita bersama, pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta diawasi secara profesional sehingga menghasilkan kualitas jalan yang baik dan tahan lama. Infrastruktur yang berkualitas bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan membuka peluang pembangunan di berbagai sektor.

Sebagai sesama putra Pasaman, Ulul Azmi berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar semakin banyak pembangunan strategis yang dapat diwujudkan untuk kemajuan daerah.

Pembangunan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi bagi masa depan masyarakat. Oleh karena itu, setiap perjuangan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat patut mendapatkan apresiasi. Semoga rehabilitasi Jalan Padang Sawah–Kumpulan menjadi awal dari semakin banyaknya pembangunan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan di Kabupaten Pasaman. ( Redaksi )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *