

Tanah Datar — Pemerintah Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nagari (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DU-RKP) Nagari Tahun 2027 dan RKP Tahun 2028, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, alim ulama, cadiak pandai, pemuda, mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, serta unsur pemerintahan dan pendamping nagari.
Turut hadir unsur Forkopimcam Kecamatan Sungai Tarab, para wali nagari se-Kecamatan Sungai Tarab, pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nagari, pendamping nagari, serta jajaran Pemerintah Nagari Padang Laweh.
Wali Nagari Padang Laweh, Rahmat Febri Jeni, S.Sy., Dt. Bandaro Bangso, dalam sambutannya menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan nagari.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah nagari juga memaparkan realisasi serta penggunaan anggaran nagari sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. Berdasarkan pemaparan pemerintah nagari, total anggaran yang dikelola mencapai sekitar Rp1,58 miliar, dengan realisasi sekitar Rp1,47 miliar. Secara keseluruhan, realisasi anggaran disebut telah mencapai sekitar 93 persen.
Pemerintah Nagari Padang Laweh juga memaparkan kondisi pendapatan dan anggaran tahun berjalan yang bersumber dari Dana Desa, bagian hasil pajak dan retribusi daerah, Alokasi Dana Nagari (ADN), serta pendapatan lainnya.
Untuk tahun anggaran 2026, total pendapatan yang disampaikan dalam forum tersebut mencapai sekitar Rp1,31 miliar.
Hingga 26 Agustus 2026, pemerintah nagari memaparkan realisasi anggaran berdasarkan bidang kegiatan. Pada bidang pemerintahan, anggaran yang tersedia sekitar Rp778,82 juta, dengan realisasi sekitar Rp383,24 juta. Sementara itu, masih terdapat anggaran yang belum terealisasi sekitar Rp395,58 juta.
Pada bidang pembangunan, anggaran yang dialokasikan sekitar Rp281,24 juta, dengan realisasi sekitar Rp197,69 juta. Sementara bidang lainnya juga dipaparkan secara terbuka kepada masyarakat sesuai kondisi pelaksanaan kegiatan masing-masing.
Pemaparan tersebut menjadi bagian penting dalam Musrenbang karena masyarakat tidak hanya menyampaikan usulan pembangunan ke depan, tetapi juga memperoleh informasi mengenai pelaksanaan dan penggunaan anggaran nagari.
Selain anggaran yang dikelola melalui pemerintah nagari, forum tersebut juga memaparkan sejumlah kegiatan yang masuk ke Nagari Padang Laweh melalui program pemerintah daerah, khususnya di sektor pertanian.
Terdapat empat kegiatan dengan total anggaran sekitar Rp400 juta lebih yang dikelola langsung oleh kelompok tani.
Beberapa kegiatan tersebut antara lain bantuan dan program yang berkaitan dengan kelompok tani serta pembangunan jaringan irigasi. Salah satu kegiatan jaringan irigasi berada di Jorong Guguk Banua dengan nilai sekitar Rp100 juta dan saat ini masih dalam proses pembangunan.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat yang sebagian menggantungkan perekonomian pada usaha pertanian.
Sekretaris Wali Nagari Padang Laweh, Yuliusmeri, menyampaikan laporan DU-RKP Nagari Tahun 2027 dan DU-RKP Tahun 2028.
Penyusunan dokumen tersebut mengacu pada berbagai regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah mengalami perubahan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, ketentuan Kementerian Dalam Negeri mengenai perencanaan pembangunan desa, serta regulasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terkait prioritas penggunaan Dana Desa.
Selain itu, penyusunan RKP juga mengacu pada Peraturan Bupati Tanah Datar Nomor 23 Tahun 2019 tentang pedoman teknis penyusunan rencana pembangunan dan RKP Nagari serta peraturan nagari mengenai kewenangan berdasarkan hak asal-usul dan kewenangan lokal berskala nagari.
Untuk DU-RKP Tahun 2028, sejumlah usulan masyarakat diarahkan pada penguatan ekonomi. Di antaranya bantuan sapi pedaging bagi peternak, bantuan bibit itik dan ayam petelur serta hewan ternak lainnya, bantuan modal usaha bagi rumah tangga miskin dan UMKM, serta bantuan pupuk bagi kelompok tani, baik pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi.
Di bidang prasarana, masyarakat mengusulkan pengaspalan, pengerasan dan pengecoran bahu jalan, pembangunan drainase serta gorong-gorong.
Beberapa ruas yang menjadi usulan antara lain jalan Simpang Pantai Padang Laweh menuju Simpang Binuang dan ruas Ampalu menuju Padang Laweh.
Pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi juga menjadi salah satu prioritas. Sejumlah lokasi persawahan diusulkan mendapatkan pembangunan maupun rehabilitasi irigasi guna mendukung keberlangsungan sektor pertanian.
Usulan pembangunan tidak hanya menyasar infrastruktur jalan dan irigasi. Masyarakat juga mengusulkan perbaikan atau rehabilitasi gedung serbaguna nagari, pembangunan lanjutan balai-balai adat, penambahan tiang listrik dan lampu jalan, perbaikan fasilitas sekolah, serta lanjutan pembangunan Kantor Wali Nagari. Termasuk pula usulan bantuan rehabilitasi rumah bagi Rumah Tangga Miskin (RTM).
Pada bidang pemerintahan, sejumlah kebutuhan yang diusulkan meliputi penyusunan dokumen perencanaan dan keuangan nagari seperti APB Nagari, Musrenbang Nagari, RKP Nagari, serta dokumen pertanggungjawaban pemerintahan.
Selain itu terdapat usulan pengadaan sarana dan aset tetap pemerintah nagari, pengelolaan serta inventarisasi aset, administrasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), penyusunan profil atau data nagari, hingga pengadaan kendaraan pelayanan masyarakat atau ambulans.
Usulan masyarakat juga mencakup pembangunan gerbang atau gapura batas nagari, pengadaan serta pengelolaan bank sampah, hingga pemberian makanan tambahan bagi bayi, balita dan lansia. Insentif bagi kader Posyandu juga masuk dalam daftar usulan. Di bidang sarana olahraga, masyarakat mengusulkan rehabilitasi fasilitas olahraga dan pembangunan lapangan voli.
Sementara dalam bidang pembinaan kemasyarakatan, sejumlah usulan meliputi operasional FKPM dan Satgas Nagari, pembinaan PKK, pengadaan sarana olahraga, pendirian sanggar seni anak nagari, pembinaan lembaga adat dan lembaga kemasyarakatan nagari.
Pemerintah nagari juga menerima usulan penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga dan budaya, seperti turnamen voli dan sepak bola tingkat nagari, bantuan kegiatan kepemudaan, serta kegiatan dalam rangka memperingati hari besar keagamaan dan nasional.
Dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan, usulan masyarakat mencakup pencegahan hama dan penyakit tanaman, lanjutan perbaikan sejumlah jaringan irigasi persawahan, serta pembangunan dan rehabilitasi irigasi di beberapa lokasi.
Selain itu, terdapat usulan pelatihan keterampilan kewirausahaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM nagari, pelaksanaan MTQ tingkat nagari, serta dukungan terhadap kegiatan ketahanan pangan.
Pada bidang penanggulangan bencana, pemerintah nagari memasukkan usulan mitigasi bencana, penanggulangan bencana, penanganan keadaan darurat dan keadaan mendesak, termasuk bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa tim verifikasi telah melakukan verifikasi terhadap gagasan fisik untuk RKP Nagari Tahun 2027.
Sedikitnya terdapat dua kegiatan fisik yang telah diverifikasi, yakni lanjutan pembangunan jalan kesehatan Iladani dan rehabilitasi jalan Sepuluh Koto menuju Hilir yang berlokasi di kawasan Jorong Buku Baru.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim verifikasi, kedua usulan tersebut dinyatakan layak untuk dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2027.
Musrenbang Nagari Padang Laweh diharapkan tidak sekadar menjadi forum menyusun daftar keinginan pembangunan, tetapi menjadi ruang bersama untuk menentukan skala prioritas pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan keterlibatan tokoh masyarakat, generasi muda, kelompok tani, lembaga nagari, serta unsur pemerintahan, penyusunan RKP 2027 dan DU-RKP 2028 diharapkan mampu menghasilkan program yang tepat sasaran, transparan dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Nagari Padang Laweh.
* Maizetrimal *










