Musrenbang Nagari Saruaso Tetapkan RKP dan DURKP 2027/2028, Potensi Wisata dan Kesenian Anak Nagari Jadi Perhatian

( TANAH DATAR ) — Info86News.com – Rabu.16/09/2026/-Pemerintah Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nagari (Musrenbang) dalam rangka pembahasan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DURKP) Nagari untuk tahun anggaran 2027/2028.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari Saruaso tersebut dihadiri unsur Forkopimca Kecamatan Tanjung Emas, Camat Tanjung Emas, Babinsa,
Bhabinkamtibmas, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, pemuda, BPRN, kelompok tani, P3A, kader serta unsur masyarakat lainnya.
Musrenbang tersebut mengusung semangat meningkatkan pembangunan yang berkualitas dan terintegrasi dengan tetap berlandaskan falsafah Minangkabau, “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.”
Wali Nagari Saruaso, Agusrimayanto, S.Ag., SH, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat. Menurutnya, kehadiran masyarakat yang cukup ramai menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian terhadap arah pembangunan nagari.
“Terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir. Kehadiran masyarakat luar biasa. Mari kita bangkitkan berbagai kegiatan yang ada di nagari,” ujarnya.
Agusrimayanto menilai Nagari Saruaso memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, baik di bidang pariwisata, kebudayaan maupun kegiatan kepemudaan.
Ia menyebut sejumlah kesenian tradisional seperti Salawat Dulang, pencak silat, randai dan berbagai kesenian anak nagari perlu terus dihidupkan di masing-masing jorong.
Menurutnya, kegiatan seni dan budaya bukan hanya bertujuan melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kedisiplinan dan karakter.
“Mari di masing-masing jorong kita giatkan kesenian, bela diri silat dan randai. Kesenian tradisi dapat melatih sikap dan diri generasi muda sehingga mereka memiliki kegiatan yang positif dan terhindar dari berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan anak-anak kita,” katanya.
RKP 2027 Disusun Berdasarkan Aspirasi Masyarakat
Sementara itu, Ahmat Efendi, S.Pd., dalam penyampaian laporan tim penyusun RKP, menjelaskan bahwa tahapan penyusunan RKP dan DURKP telah melalui proses musyawarah sebelumnya.
Ia menyampaikan bahwa musyawarah nagari telah dilaksanakan pada 24 Juni 2026, yang kemudian menjadi salah satu dasar dalam penyusunan rancangan RKP Nagari.
Rancangan tersebut mencakup evaluasi pelaksanaan RKP tahun sebelumnya serta rencana kegiatan yang meliputi bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.
Usulan pembangunan yang menjadi kewenangan nagari selanjutnya dibahas untuk disepakati sebagai prioritas. Sementara usulan yang bukan merupakan kewenangan nagari akan diarahkan melalui mekanisme usulan kepada pemerintah kecamatan maupun pemerintah daerah sesuai bidang kewenangannya.
Ahmat Efendi juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Nagari beserta perangkat, BPRN, lembaga nagari, kader dan seluruh masyarakat yang telah memberikan gagasan serta usulan pembangunan.
“Gagasan dan usulan dari masyarakat inilah yang kemudian menjadi bahan dalam penyusunan rancangan RKP yang kita musyawarahkan bersama,” jelasnya.
Infrastruktur Pertanian Masuk Prioritas
Dalam rencana kerja yang dibahas, sejumlah kebutuhan pembangunan infrastruktur masyarakat turut menjadi perhatian.
Di antaranya pembukaan jalan di Jorong Talago Gunung yang dinilai dibutuhkan untuk membuka akses menuju kawasan persawahan sekaligus memudahkan masyarakat mengangkut hasil pertanian.
Selanjutnya terdapat rencana pembangunan saluran irigasi di Jorong Sungai Emas. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pengairan sawah masyarakat sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan lebih baik.
Selain itu, juga diusulkan rabat beton jalan menuju kawasan Pantai untuk meningkatkan kelancaran dan keamanan transportasi masyarakat, khususnya bagi para petani.
Pariwisata dan Budaya Jadi Arah Kebijakan
Dalam kesempatan tersebut, Wali Nagari Saruaso juga memaparkan arah kebijakan pemerintahan nagari dalam pengembangan pariwisata budaya.
Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah menjadikan Tanah Datar sebagai salah satu tujuan wisata budaya di Sumatera Barat.
Nagari Saruaso, kata Agusrimayanto, memiliki sejumlah potensi wisata dan budaya yang tersebar di berbagai jorong. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Talago Gunung, termasuk keberadaan Padang Savana dan menhir yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ikon wisata budaya.
“Ini merupakan tantangan besar dan membutuhkan kerja sama yang baik, baik dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten maupun masyarakat, khususnya masyarakat Nagari Saruaso,” ungkapnya.
Pemerintah Nagari Saruaso, lanjutnya, juga membuka peluang kerja sama dengan pihak lain, termasuk investor, sepanjang pengembangan kawasan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan potensi daerah.
Selain wisata alam, pengembangan budaya anak nagari juga menjadi perhatian. Tradisi pencak silat, kegiatan surau dan mengaji, serta Salawat Dulang yang pernah dikenal luas di Sumatera Barat bahkan berkembang melalui media daring, dinilai memiliki nilai budaya yang perlu terus dilestarikan.
BPRN Dorong RKP Dapat Dituangkan dalam APB Nagari
Sementara itu, Ketua BPRN Nagari Saruaso, Rismen M. Sutan, menyampaikan terima kasih atas tingginya partisipasi masyarakat dalam Musrenbang.
Ia berharap seluruh hasil pembahasan yang telah disusun tim RKP dapat dituangkan secara baik ke dalam APB Nagari sesuai dengan kemampuan keuangan dan skala prioritas pembangunan.
Rismen juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara sehat, transparan dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia turut menyampaikan harapan kepada pihak kecamatan agar memberikan dukungan terhadap usulan-usulan pembangunan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sehingga aspirasi masyarakat Nagari Saruaso dapat diperjuangkan melalui jenjang pemerintahan yang sesuai.
Musrenbang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan berbagai usulan masyarakat dan penyempurnaan dokumen RKP serta DURKP untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Nagari Saruaso, dengan menggabungkan kebutuhan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, pertanian, pemberdayaan generasi muda, serta pelestarian adat dan budaya.
Dengan semangat Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, pemerintah nagari bersama masyarakat diharapkan mampu membangun Saruaso tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga memperkuat karakter, budaya dan potensi generasi muda sebagai bagian dari masa depan nagari.
#By Narasi.( Maizetrimal, SH ).***
@Https//Info86News.com










