PASAMAN, Info86News.com Pemerintah Kecamatan Panti bersama Pemerintah Nagari dan Badan Permusyawaratan Nagari (Bamus) Panti menggelar Musyawarah Nagari (Musna) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan (RKP) Nagari Tahun Anggaran 2027.
Musna yang dibuka oleh Camat Panti atau yang mewakili tersebut berlangsung pada Rabu (23/9/2026) di ruang rapat Kantor Wali Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Forum ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan Nagari Panti untuk tahun 2027.
Kegiatan dihadiri Kapolsek Panti, unsur KUA Panti, Bhabinkamtibmas Panti, kepala sekolah, Wali Nagari Panti Nopri Andyla Safri, Ketua Bamus Panti Pahmi Nasution, ninik mamak, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, tokoh pemuda, perwakilan lembaga kemasyarakatan, serta unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
RKP 2027 Harus Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat
Ketua Bamus Nagari Panti, Pahmi Nasution, menegaskan bahwa penyusunan RKP Nagari Tahun 2027 merupakan tahapan strategis dalam menentukan program dan kegiatan pembangunan yang akan menjadi dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APBNa).
Menurut Pahmi, setiap usulan yang disampaikan masyarakat harus dibahas secara objektif dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan, skala prioritas, manfaat bagi masyarakat, serta kemampuan keuangan nagari.
«“Musna ini milik seluruh warga Nagari Panti. Setiap usulan yang disampaikan akan dibahas berdasarkan skala prioritas, disesuaikan dengan kemampuan keuangan nagari, kemudian ditetapkan secara sah untuk dilaksanakan,” ujar Pahmi Nasution.»
Ia menambahkan, perencanaan pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. Program yang disusun juga harus memperhatikan peningkatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan, pelayanan dasar, sosial kemasyarakatan, serta kebutuhan strategis lainnya.
Wali Nagari Paparkan Tahapan Pembangunan
Sementara itu, Wali Nagari Panti Nopri Andyla Safri dalam sambutannya menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Camat Panti atau yang mewakili, Kapolsek Panti, unsur KUA Panti, Bhabinkamtibmas, para kepala sekolah, Ketua Bamus, ninik mamak, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, tokoh pemuda, serta seluruh peserta Musna yang hadir.
Nopri menjelaskan bahwa pembangunan di Nagari Panti dilaksanakan melalui tahapan perencanaan yang telah ditetapkan. Setiap usulan tidak serta-merta dapat langsung direalisasikan, tetapi harus melalui proses pengusulan, pembahasan, penentuan skala prioritas, serta penyesuaian dengan sumber dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Ia juga menjelaskan bahwa aspirasi pembangunan dapat berasal dari masyarakat melalui forum-forum nagari maupun hasil penjaringan aspirasi melalui lembaga perwakilan masyarakat. Selain itu, terdapat pula aspirasi pembangunan yang disampaikan melalui anggota legislatif sesuai mekanisme yang berlaku.
«“Pembangunan nagari memiliki tahapan. Setiap usulan masyarakat harus kita tampung, kita bahas dan kita lihat prioritas serta kemampuan anggarannya. Tidak semua usulan dapat dilaksanakan sekaligus, sehingga diperlukan perencanaan dan penentuan skala prioritas secara bersama,” ujar Nopri.»
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Nagari, Bamus, pemerintah kecamatan, unsur kepolisian, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata.
Nopri juga mengajak seluruh peserta Musna menyampaikan aspirasi secara terbuka, objektif dan konstruktif agar RKP Nagari Panti Tahun 2027 benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
Sinergi Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan Nagari
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, Bamus, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, serta berbagai unsur lainnya menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat nagari.
Musna menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan, sekaligus memastikan setiap program yang direncanakan dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan sesuai ketentuan.
Forum Musna Nagari Panti berlangsung secara terbuka, demokratis dan partisipatif. Berbagai usulan dan masukan peserta dicatat serta dibahas berdasarkan skala prioritas dan kemampuan keuangan nagari.
Hasil pembahasan Musna selanjutnya menjadi bagian dari dokumen RKP Nagari Panti Tahun 2027 dan menjadi dasar dalam penyusunan APBNa Tahun Anggaran 2027.
Melalui proses perencanaan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, Pemerintah Nagari Panti bersama Bamus diharapkan mampu menghasilkan program pembangunan yang tepat sasaran, transparan dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Masyarakat juga diharapkan dapat terus mengawal proses pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi, sehingga setiap program yang telah disepakati benar-benar memberikan manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan warga Nagari Panti.
( Abdi Novirta )










