PASAMAN info86news.com Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Nelfri Asfandi, M.Pt., menyampaikan ucapan Selamat Hari Tani Nasional ke-66 yang diperingati pada 24 September 2026.
Peringatan Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk memberikan penghargaan atas jasa dan perjuangan para petani yang selama ini menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat sekaligus memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Nelfri Asfandi menegaskan, petani memiliki posisi penting dalam kehidupan bangsa. Dari tangan para petani, berbagai kebutuhan pangan masyarakat dihasilkan, sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga di daerah.
“Petani adalah bagian penting dari ketahanan pangan dan kehidupan bangsa. Dari tangan para petani, tumbuh harapan, kesejahteraan, dan masa depan negeri,” ujar Nelfri Asfandi, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, perhatian terhadap sektor pertanian tidak cukup hanya diberikan pada momentum Hari Tani. Dukungan terhadap petani perlu terus diperkuat melalui berbagai upaya yang dapat mendorong pertanian menjadi lebih maju, mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menghargai kerja keras petani serta ikut mendorong peningkatan kesejahteraan mereka.
“Petani kuat, pertanian maju, Indonesia berdaulat pangan,” tegasnya.
Nelfri juga menekankan pentingnya mengubah pandangan terhadap profesi petani, khususnya di kalangan generasi muda. Menurutnya, menjadi petani bukanlah pekerjaan yang patut dipandang sebelah mata, karena sektor pertanian memiliki peran besar dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Petani bukan pekerjaan rendahan, petani adalah penopang kehidupan. Bangga jadi anak petani!” tegas Nelfri.
Ia berharap peringatan Hari Tani Nasional ke-66 menjadi momentum untuk semakin memperkuat perhatian terhadap nasib dan kesejahteraan petani, sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Pasaman.
Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September, bertepatan dengan ditetapkannya Undang-Undang Pokok Agraria pada 24 September 1960. Momentum tersebut menjadi pengingat akan pentingnya tanah, pertanian, serta kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada sektor agraria.
(Abdi Novirta)










