Dalam Gelar Anti Narkoba (LAN) Bersosialisasi Dalam Memperkuat perlindungan Hukum perlindungan perempuan dan Anak.


( Sumatera Barat (Sumbar) – Info86News.com – Minggu,27/09/2026/- menggelar sosialisasi tentang bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak serta penyalahgunaan narkoba. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (27/9/2026).
Sosialisasi ini melibatkan Kerapatan Adat Nagari (KAN), pemberdayaan perempuan, pemuda, Bundo Kanduang, serta sejumlah unsur masyarakat lainnya.
Kegiatan tersebut digelar di tengah kekhawatiran terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta penyalahgunaan narkoba. LAN Sumbar mendorong seluruh pemangku kepentingan di tingkat nagari untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan memutus mata rantai persoalan tersebut.
Dalam kegiatan itu, hadir dua pemateri, yakni Drs. H. Samsu Rahim dari kalangan birokrat dan Dr. dr. Erdanela Setiawati, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang. Hadir pula Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, pengurus LAN Kabupaten Tanah Datar, anggota KAN, Bundo Kanduang, pemuda, serta undangan lainnya.
Ketua LAN Sumatera Barat, Firman Sikumbang, mengatakan meningkatnya persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta penyalahgunaan narkoba membutuhkan langkah cepat melalui edukasi dan sosialisasi hingga ke tingkat nagari.
“Kami dari Lembaga Anti Narkoba melihat bahwa Sumatera Barat termasuk yang teratas dalam peredaran narkoba, juga kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak. Untuk itu, kami merangkul stakeholder dalam mengatasi dan memutus rantai perilaku yang ada di kawasan kita ini,” tuturnya.
Sementara itu, Dr. dr. Erdanela Setiawati menyampaikan pentingnya meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya orang tua, mengenai gejala dan ciri-ciri anak yang diduga terpapar narkoba.
Ia menyebut berdasarkan data yang disampaikannya dari BNN Sumatera Barat, terdapat sekitar 3.000 anak dan remaja yang masuk kategori pengguna narkoba. Ia juga menyebut sekitar separuh dari jumlah tersebut termasuk pengedar. Data tersebut disampaikan dalam forum sosialisasi dan perlu dikonfirmasi kembali kepada BNN untuk memastikan angka dan kategorisasinya.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk mengetahui ciri-ciri anak yang mengonsumsi narkoba. Dengan mengetahuinya, kita bisa lebih berhati-hati dan jangan pernah mempermalukannya. Kita harus mengajak mereka ke arah yang lebih baik dengan mengarahkan kepada nilai-nilai keimanan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Samsu Rahim mengatakan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan paling bawah, yakni keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, peran orang tua, mamak, Bundo Kanduang, pemuda, hingga unsur pemerintahan nagari sangat penting dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Untuk mengantisipasi bahaya narkoba ini, mari kita mulai dari diri kita, karena akar peredarannya mulai dari bawah sampai ke atas. Maka, marilah kita tanamkan kepada generasi muda kita. Bahaya narkoba ini juga dikaitkan dengan berbagai persoalan sosial lainnya, sehingga tugas orang tua, mamak dan Bundo Kanduang harus berjibaku dalam mengatasinya,” katanya.
Samsu juga menyinggung pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan agama yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah perlu terus dijaga sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda.
“Kami mengajak kepada seluruh stakeholder untuk bersama menjaga tatanan yang diwariskan nenek moyang kita. Jangan sampai rusak dengan maraknya narkoba dan berbagai persoalan sosial lainnya. Mari kita cegah secara menyeluruh agar generasi kita terbebas dari berbagai bahaya yang dapat merusak kehidupan mereka,” tutupnya.,
#By Narasi.( Maizetrimal,SH.)
@Https//Info86News.com










