*Karhutla 5 Hektar di Ulubongka Touna, Kapolsek Sebut Medan Terjal Kendalikan Pemadaman*

( TOUNA) – Info86News.com – Jumaat,16/10/2026/- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah perbukitan Mafroto, tepatnya di depan jalan perusahaan tambak udang PT Duta Pertiwi Bahari, Desa Tampanombo, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Kamis (15/10/2026).
Peristiwa tersebut membakar sedikitnya 5 hektar lahan milik warga setempat. Kapolsek Ulubongka, IPTU Muhajir Wonti, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel begitu menerima laporan dari masyarakat.
IPTU Muhajir Wonti menjelaskan bahwa informasi awal diterima melalui laporan warga setempat via pesan grup WhatsApp sekitar pukul 10.30 WITA.
“Setelam menerima informasi dari warga, saya langsung memerintahkan personel piket Polsek Ulubongka untuk bergerak menuju titik api guna melakukan upaya pemadaman bersama tim Damkar Kabupaten Touna, BPBD, serta warga sekitar,” ujar IPTU Muhajir Wonti saat dikonfirmasi, Kamis (15/10).
Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, titik api diperkirakan sudah mulai muncul sejak Rabu malam (14/10) sekitar pukul 20.00 WITA. Hembusan angin yang kencang membuat kobaran api cepat membesar dan merembet hingga mendekati kawasan pemukiman warga.
“Total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektar, yang merupakan lahan milik Ibu Nurbaya seluas 2,5 hektar dan Ibu Norma seluas 2,5 hektar,” terang IPTU Muhajir.
Ia menambahkan, lokasi titik koordinat kebakaran berjarak sangat dekat dengan area operasional perusahaan tambak udang PT Duta Pertiwi Bahari, yaitu sekitar 25 meter.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari 3 personel Polsek Ulubongka, 6 personel Damkar Touna, 1 personel BPBD, serta dibantu warga setempat. Tim memadamkan api menggunakan satu unit armada tangki Damkar serta alat pemotong semak (grass cutter).
Meski demikian, hingga Kamis sore sekitar pukul 16.00 WITA, proses pemadaman terpaksa dihentikan sementara dan api belum sepenuhnya padam akibat kendala geografis di lapangan.
“Penyebab pasti kebakaran saat ini masih belum diketahui. Proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala berat karena akses menuju titik api sangat sulit dijangkau, berada di area perbukitan dan lembah yang terjal,” jelas Kapolsek.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi angin kencang yang dapat memicu pemicuan api secara luas.
#By Narasi.( Hardiman)
@Https//Info86News.com










