Wujudkan Masa Depan Lebih Cerah, Lapas Solok Terus Berupaya Tuntaskan Buta Huruf bagi Warga Binaan

(SOLOK ) info86news.com sabtu 24/10/2026 – Pendidikan merupakan hak setiap manusia dan menjadi salah satu kunci penting untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Solok terus berupaya menuntaskan buta huruf bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di Aula Lapas Solok, dengan dukungan peserta Magang Nasional. Jum’at(23/10)
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Solok dalam memberikan kesempatan kepada setiap warga binaan untuk memperoleh pendidikan dasar, khususnya kemampuan membaca dan menulis. Tidak sekadar mengenal huruf, pembelajaran ini juga menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Dengan pendampingan peserta Magang Nasional, warga binaan mengikuti proses pembelajaran secara bertahap. Suasana belajar dirancang agar peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah, sehingga mereka yang sebelumnya mengalami kesulitan membaca dan menulis memiliki kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.
Bagi Lapas Solok, keterbatasan kemampuan membaca dan menulis bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui pendekatan yang humanis dan berkelanjutan, setiap warga binaan didorong untuk berani belajar, meningkatkan kemampuan diri, dan membangun keyakinan bahwa perubahan selalu memiliki kesempatan untuk dimulai.
Keterlibatan peserta Magang Nasional juga menjadi bentuk kolaborasi positif dalam mendukung program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Kehadiran mereka tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga turut menumbuhkan semangat berbagi ilmu dan kepedulian terhadap pentingnya pendidikan bagi semua kalangan.
Upaya pemberantasan buta huruf ini sejalan dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan, yakni membekali warga binaan dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang lebih baik sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas nanti.
Lapas Solok meyakini bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan di balik tembok pemasyarakatan, tetapi juga dari perubahan positif yang tumbuh dalam diri setiap warga binaan.
Sebab, setiap huruf yang dipelajari adalah langkah menuju pengetahuan, setiap kata yang berhasil dibaca adalah awal dari harapan, dan setiap kemampuan yang tumbuh menjadi bekal untuk menata kehidupan yang lebih baik.
Lapas Solok terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang bermakna, humanis, dan berorientasi pada masa depan, agar warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan kembali ke masyarakat dengan harapan baru.
#By narasi penulis (IIdayu candra)
@httsp//info86news.com










