Lampung Barat Info86News.com kecamatan Sekincau pekon waspada saat ditemui dipekon atas nama HRI jarang masuk kantor pada hari Senin tgl 2 /9/ 24 tim investigasi mencoba menemui diruang kerja ternyata hari Senin pun tak kunjung ketemu yang jadi pertanyaan ada apa dengan pratin waspada …?
Saat dikonfirmasi dengan aparatur pekon terkait hebohnya dimasyarakat tentang kelompok ketahan pangan, sekdes /jurtul pekon waspada mengakui bahwa ketahanan pangan yang dibelanjakan senilai 90 juta untuk pembelian sapi melalui anggaran dana desa untuk ketahanan pangan tahap1 diduga jangankan sapinya kandang nyapun tidak jelas tidak melalui kelompok dan tidak ada (KUBE) kelompok bersama tapi uang tersebut sudah diambil oleh oknum peratin waspada HRI ,masih kata sekdes ini udah mulai pencairan tahap 2 dan sudah dipoksikan untuk pembelajaan yang diatur oleh tahap dua ,jadi pada intinya pembelian sapi 90 juta ditahap satu diduga piktif
Menyikapi hal pengakuan sekdes kepada awak media ,bisa disimpulkan kejanggalan sering tidak ngantor pertain waspada sangat jelas kuat dugaan melakukan tindak kejahatan yaitu korupsi dana desa
Karana menurut aturan PPDT nomor 84 tahun 2022 ketahanan pangan diterapkan untuk pembelian hewani dan nabati Yang mengahsilkan 4_ 5 bulan
Anjuran pemerintah supaya bisa mencegah stanting mengurangi kemiskinan dan menambah lapangan pekerjaan serta cara tata kelola berkelompok supaya bisa bergantian sistem pengelolahannya supaya berjenjang panjang
Dilihat dari pembelajaan pekon waspada sudah tidak sesuai acuan dan aturan ,maka dalam hai ini jajaran APH mulai dari inspektorat Polres kejaksaan agar segera menangkap dan memenjarakan oknum prtin waspada yang diduga telah merekayasa dengan berani memiktipkan dana ketahan pangan
Sehingga dapat merugikan keuangan negara,
( M.zulkarnain )










