http://info86news.com | Saumlaki -Menjelang meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, situasi berbeda justru terlihat di pasar-pasar Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Komoditas yang selama ini menjadi pilihan banyak warga, yakni beras Bulog, tampak sulit ditemukan di sejumlah kios penjualan.
Berdasarkan pantauan media di lapangan pada Senin (16/3/2026), beberapa pedagang mengaku tidak memiliki stok beras Bulog seperti biasanya. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus berkeliling mencari di berbagai tempat untuk memperoleh beras dengan harga yang relatif terjangkau.
Ketiadaan beras Bulog di tingkat penjualan eceran ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga.
Pasalnya, di waktu yang hampir bersamaan, media ini juga melihat beberapa kendaraan yang mengangkut beras Bulog dalam jumlah cukup banyak di wilayah Kota Saumlaki.
Situasi tersebut memunculkan rasa ingin tahu mengenai bagaimana proses distribusi beras tersebut hingga sampai ke tangan para penjual dan masyarakat.
Untuk memperoleh penjelasan yang lebih jelas, media ini kemudian mengonfirmasi pihak gudang Bulog Saumlaki.
Pihak gudang Bulog Saumlaki, Hasim, menjelaskan bahwa saat ini terdapat kendala teknis yang berkaitan dengan penggunaan sistem aplikasi distribusi beras SPHP.
“Iya, saat ini ada kendala di penggunaan aplikasi SPHP,” kata Hasim saat dikonfirmasi media.
Ia menjelaskan bahwa proses pembelian beras SPHP oleh para mitra penyalur tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan melalui sistem aplikasi yang telah ditetapkan.
“Pembelian SPHP untuk mitra hanya bisa dilakukan melalui aplikasi,” ujarnya.
Namun demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima penjelasan rinci dari Bulog pusat terkait penyebab kendala yang terjadi pada sistem tersebut.
“Belum ada informasi pasti dari Bulog pusat mengenai kendala apa yang terjadi pada aplikasi SPHP,” jelasnya.
Menurut Hasim, sebagian mitra penyalur masih dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi sehingga tetap bisa dilayani oleh pihak Bulog.
Akan tetapi, sebagian lainnya masih belum dapat mengakses sistem tersebut.
“Sebagian mitra yang bisa mengorder pembelian melalui aplikasi sudah bisa dilayani, tapi masih ada juga yang belum bisa,” tambahnya.
Kondisi ini dinilai turut memengaruhi kelancaran distribusi beras Bulog di tingkat pasar, sehingga stok di sejumlah kios menjadi terbatas.
Masyarakat berharap agar kendala teknis tersebut dapat segera teratasi, sehingga distribusi beras Bulog kembali berjalan normal dan kebutuhan pangan masyarakat di Kota Saumlaki dapat terpenuhi dengan baik.(rls:jk)










