http://info86news.com | Saumlaki, 21 Maret 2026 – Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk tidak takut menyuarakan kebenaran serta tidak tergesa-gesa menghakimi sesama tanpa memahami fakta secara utuh.
Seruan tersebut disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC saat refleksi iman di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (21/3/2026).
Dalam pesannya, ia menyinggung masih adanya pihak yang menolak mengakui Yesus sebagai Mesias dan Tuhan, sebagaimana tercermin dalam bacaan Injil Yohanes 7:40-53.
“Belum pernah seorang manusia berkata seperti itu,” ujar Pastor Pius Heljanan MSC mengutip isi Injil.
Ia menekankan bahwa pesan Injil mengajarkan umat untuk tidak cepat menghakimi orang lain sebelum mengetahui secara jelas perkataan dan tindakan yang bersangkutan.
Menurutnya, sikap kaum Farisi dalam kisah Injil menjadi contoh bagaimana penilaian yang terburu-buru dapat menimbulkan kesalahan.
“Mereka belum mengenal Yesus dengan baik, tetapi sudah mencela dan menghakimi-Nya,” katanya.
Pastor Pius Heljanan MSC juga mengingatkan bahwa sikap menolak kenyataan dan merasa paling benar dapat memicu kebencian serta keangkuhan dalam kehidupan bersama.
Ia berharap masih ada sosok seperti Nikodemus pada masa kini, yang berani berdiri membela kebenaran di tengah tekanan.
“Gunakan pengetahuan untuk mencari kebenaran, bukan sebaliknya menutup kebenaran,” ujarnya.
Ia menutup pesannya dengan mengajak umat untuk tetap berani bersuara demi kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.(rls:ph/jk)










