Dari Ibadah Menjadi Petaka, Alsaf Tour Diduga Tipu Puluhan Jemaah hingga Rp1,4 Miliar

Dari Ibadah Menjadi Petaka, Alsaf Tour Diduga Tipu Puluhan Jemaah hingga Rp1,4 Miliar
Dari Ibadah Menjadi Petaka, Alsaf Tour Diduga Tipu Puluhan Jemaah hingga Rp1,4 Miliar
banner 468x60

Dari Ibadah Menjadi Petaka, Alsaf Tour Diduga Tipu Puluhan Jemaah hingga Rp1,4 Miliar

Dari Ibadah Menjadi Petaka, Alsaf Tour Diduga Tipu Puluhan Jemaah hingga Rp1,4 Miliar
Dari Ibadah Menjadi Petaka, Alsaf Tour Diduga Tipu Puluhan Jemaah hingga Rp1,4 Miliar

( Medan ) – Info86News.com – Senin.06/04/2026/- Pemimpin Redaksi TRIBRATA TV, Edrin Adriansyah Nasution, menjadi salah satu korban dugaan penipuan travel umroh abal-abal Alsaf Tour yang kini menyeret perhatian publik. Ia mendesak aparat kepolisian, khususnya Polda Sumatera Utara, segera menuntaskan berbagai laporan yang telah diajukan para korban dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kasus ini mencuat setelah diketahui izin operasional PT Safira Makkah Madinah Wisata yang menaungi Alsaf Tour telah dinonaktifkan dan dibekukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Meski demikian, travel tersebut diduga masih aktif mempromosikan paket umroh melalui media sosial.

Berdasarkan laporan di Polda Sumatera Utara, sedikitnya 64 calon jemaah menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp1,4 miliar.

Sementara laporan lain juga tersebar di Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area. Kantor Alsaf Tour sendiri diketahui kerap berpindah-pindah lokasi hingga akhirnya sulit dilacak.

Sejumlah pengacara dari Law Firm Pelita Konstitusi bahkan telah membuka posko pengaduan sejak Oktober 2025 untuk menghimpun korban yang tersebar di berbagai daerah. Hingga kini, puluhan korban telah melapor, dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.

Sumber internal di Kementerian Agama Sumatera Utara mengungkapkan bahwa status izin perusahaan telah diblokir sejak 2025 karena berulang kali melakukan pelanggaran dan gagal menyelesaikan masalah dengan jemaah.

Pemilik perusahaan, Andi Suwardani Harahap, disebut telah lama tidak diketahui keberadaannya. Ia sebelumnya dikenal sebagai tokoh lokal dan pernah aktif di organisasi keagamaan serta politik.

Dugaan kuat menyebutkan jumlah korban bisa mencapai ribuan orang, terutama dari wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.

Edrin pun meminta aparat segera memblokir rekening perusahaan serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. Ia juga mendesak adanya sinergi antara kepolisian dan Kementerian Agama agar kasus ini tidak terus memakan korban baru.

#By Narasi penulis.( Sadam husen siregar )
@Https//Info86News.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *