http://info86news.com | Ambon – Di tengah semarak pameran UMKM yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambon, satu per satu pengunjung tampak berhenti di sebuah stan yang menampilkan tenunan khas dengan motif unik.
Karya tersebut bukan sekadar produk kerajinan, melainkan hasil tangan kreatif para klien pemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Saumlaki.
Tenunan yang dipamerkan menjadi salah satu produk yang paling diminati.
Keindahan motif serta kualitas yang ditampilkan mampu menarik perhatian pengunjung, sekaligus menghadirkan nilai budaya yang kuat dalam setiap helai kain.
Pameran ini merupakan bagian dari upaya yang digagas oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dalam mendorong pemberdayaan serta kemandirian warga binaan dan klien pemasyarakatan. 
Melalui kegiatan ini, hasil pembinaan tidak hanya ditampilkan, tetapi juga diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Selain tenunan, Bapas Saumlaki turut menghadirkan beragam produk kreatif lainnya, mulai dari kerajinan tangan hingga aksesoris bernilai ekonomis.
Keberagaman ini semakin memperkaya pilihan bagi pengunjung yang datang, sekaligus menunjukkan hasil nyata dari proses pembinaan yang telah dilakukan.
Selama pameran berlangsung, stan Bapas Saumlaki tidak pernah sepi.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang, mengapresiasi, hingga membeli produk sebagai bentuk dukungan terhadap karya klien pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas partisipasi tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan Bapas Saumlaki menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan.
“Partisipasi Bapas Saumlaki dalam pameran UMKM ini merupakan langkah positif dalam menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian.
Hasil karya yang ditampilkan, seperti tenunan dan produk kreatif lainnya, membuktikan bahwa klien pemasyarakatan memiliki potensi besar untuk berkarya dan mandiri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap klien pemasyarakatan agar dapat diterima kembali di tengah kehidupan sosial.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapas Saumlaki menyampaikan bahwa pameran ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan hasil pembinaan sekaligus mendorong proses reintegrasi sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa klien pemasyarakatan juga mampu berkarya dan memiliki potensi untuk mandiri,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini menjadi jembatan harapan, menghubungkan proses pembinaan dengan peluang masa depan.
Tenunan yang terpajang tidak hanya berbicara tentang keterampilan, tetapi juga tentang kesempatan kedua, tentang kepercayaan, dan tentang langkah baru menuju kehidupan yang lebih mandiri di tengah masyarakat.(rls:bapastanimbar/jk)










