http://info86news.com | Saumlaki – Suasana pagi di Rukun Santo Petrus, Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Selasa (14/4/2026), terasa berbeda. Sinar matahari yang hangat selepas perayaan Paskah menyertai sukacita umat usai mengikuti misa harian dan penutupan Novena Santo Hendrikus.
Di tengah suasana itu, Pastor Paroki, Ponsianus Ongirwalu, bersama Ketua Rukun, melakukan kunjungan pastoral ke rumah-rumah umat. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda rutin gereja, melainkan menjadi ruang perjumpaan antara gembala dan umat yang dilayaninya.
Satu per satu rumah dikunjungi, mulai dari keluarga Beni Ratuarat, BalL Silitubun, Stenly Goraph, Blasius Lalamafu, Mice Kuway, Ulis Kuway, Pau Silitubun, Gusti Luturmas, Beatus Silitubun, Foker Saikmat, hingga keluarga Alo Balak. Kehadiran pastor di tengah keluarga-keluarga itu disambut dengan penuh haru dan rasa syukur.
“Ada rasa haru yang luar biasa saat melihat jubah Pastor melewati ambang pintu rumah kami. Rasanya seperti Tuhan sendiri yang datang bertamu, membawa damai dan terang Paskah ke tengah meja makan dan ruang tamu kami,” ungkap salah satu keluarga.
Bagi umat, kunjungan itu menghadirkan kekuatan baru di tengah berbagai pergumulan hidup. Kehadiran pastor di rumah-rumah mereka menjadi penegasan bahwa gereja tidak pernah jauh dari umatnya. Gereja hadir, mendengarkan, dan berjalan bersama mereka.
Di rumah keluarga Mice Kuway, Ulis Kuway, dan keluarga lainnya, percakapan berlangsung hangat. Umat menyampaikan harapan, kegelisahan, hingga syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Pastor mendengarkan dengan penuh perhatian, sebelum memberikan penguatan dan doa.
Dalam setiap kunjungan, RD Ponsianus Ongirwalu mengingatkan umat agar menjadikan rumah sebagai gereja pertama bagi keluarga. Menurutnya, iman harus tumbuh dan dipelihara dari dalam rumah tangga.
“Jadikan doa sebagai napas dalam rumah. Rumah harus menjadi tempat pertama di mana kasih Allah diajarkan dan dihidupi,” pesan RD Ponsianus Ongirwalu.
Ia juga mengajak umat di Rukun Santo Petrus untuk terus memelihara semangat kebersamaan dan persaudaraan. Meneladani Santo Petrus, umat diminta menjadi penopang bagi sesama dalam kehidupan beriman.
“Seperti teladan Santo Petrus, kita dipanggil menjadi batu karang yang kokoh bagi iman satu sama lain. Ketua Rukun dan para kepala keluarga harus saling menopang dalam kasih persaudaraan,” ujarnya.
Di penghujung kunjungan, RD Ponsianus Ongirwalu kembali mengingatkan umat agar tidak kehilangan sukacita Paskah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebangkitan Kristus harus menjadi sumber harapan bagi setiap keluarga.
“Jangan takut. Kristus yang bangkit telah mengalahkan kegelapan. Biarlah sukacita Paskah ini tinggal di rumah Bapak dan Ibu sekalian, agar setiap tamu yang datang ke rumah ini dapat merasakan damai sejahtera Tuhan,” katanya.
Kunjungan pastoral itu kemudian ditutup dengan doa dan pemberkatan di setiap rumah. Pastor memberkati setiap sudut rumah dan seluruh anggota keluarga.
Bagi umat di Rukun Santo Petrus, jejak kunjungan itu akan tetap tinggal sebagai kenangan iman yang menguatkan dan meneguhkan perjalanan mereka.(rls:wu/jk)










