PASAMAN Info86NewsCom Menanggapi dampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah, Bupati Pasaman, Welly Suhery, didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunthe dan jajaran terkait, langsung melakukan peninjauan lapangan di Kecamatan Simpang Alahan Mati dan sekitarnya, Rabu (15/4/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan korban dan pemulihan fasilitas umum berjalan maksimal

Salah satu titik prioritas yang diperiksa adalah Puskesmas Simpati yang sempat terendam banjir dan tertutup lumpur tebal. Bupati langsung memerintahkan pembersihan intensif dengan dukungan armada pemadam kebakaran agar pelayanan kesehatan dapat segera beroperasi kembali.
“Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Pembersihan harus dituntaskan secepatnya agar masyarakat kembali mendapatkan layanan secara normal,” tegas Bupati Welly.
Fokus Pencarian Korban dan Pendataan
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menginstruksikan BPBD untuk segera menyelesaikan pendataan kerusakan dan kerugian secara menyeluruh. Hal ini menjadi dasar penting untuk langkah pemulihan selanjutnya.
Terkait korban jiwa, Bupati menekankan agar tim gabungan tidak henti melakukan pencarian terhadap satu warga yang masih dilaporkan hilang.
“Pencarian harus terus dilakukan secara optimal sesuai SOP. Kita tidak boleh berhenti sampai korban ditemukan,” ujarnya.
Diketahui, dari dua warga yang hanyut terbawa arus, satu korban telah ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam proses pencarian.
Buka Isolasi Warga dengan Jalan Darurat
Rombongan kemudian meninjau Kantor Wali Nagari Alahan Mati Hilia yang juga terdampak. Bupati meminta agar fasilitas pemerintahan ini segera dibersihkan agar pelayanan administrasi kepada masyarakat tidak terganggu.
Kunjungan ditutup di lokasi jalan putus di Jorong Parik Gadang, Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol. Kerusakan akses ini menyebabkan sekitar 100 kepala keluarga terisolasi.
Merespons hal tersebut, Bupati Welly langsung menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera membangun jalan darurat.
“Kita harus segera membuka keterisolasian warga. Jalan darurat harus segera dibangun agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh,” tegasnya.
Selain solusi cepat, ia juga meminta dinas terkait menyiapkan perencanaan matang untuk perbaikan jangka panjang demi mengantisipasi hal serupa tidak terulang.
Bencana banjir bandang ini dipicu oleh hujan deras pada Selasa (14/4/2026) sore yang melanda wilayah Kampung Rapak, Jorong Guguak Salareh Aia, dan sekitarnya, menyebabkan kerusakan infrastruktur serta lahan pertanian tertimbun lumpur.
Jurnalis: Abdi Novirta










