http://info86news.com | Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat Katolik untuk memiliki kerinduan mendalam menyambut Tubuh Kristus dalam Ekaristi sebagai sumber hidup kekal, dalam refleksi rohani di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kamis (23/4/2026).
Di tengah kesibukan hidup yang kian menyita waktu, Pastor Pius mengingatkan bahwa manusia kerap lebih fokus pada kebutuhan jasmani dibandingkan kebutuhan rohani. Dalam refleksinya, ia menegaskan bahwa Yesus sendiri telah memberikan diri-Nya sebagai santapan rohani bagi umat manusia.
“Akulah roti hidup. Barangsiapa makan dari pada-Nya, ia tidak akan mati,” kutipnya mengawali renungan.
Menurut Pastor Pius Heljanan MSC, banyak orang menghabiskan waktu untuk bekerja, mengejar cita-cita, karier, hingga rekreasi. Namun, saat tubuh lelah, manusia tahu untuk beristirahat dan mencari makanan jasmani. Sebaliknya, kerinduan untuk mencari makanan rohani kerap terabaikan.
Ia menegaskan bahwa Ekaristi bukan sekadar ritual, melainkan perjumpaan yang menyatukan hidup umat dengan Kristus.
“Setiap kali kita menyantap Tubuh-Nya dalam Ekaristi, hidup kita bersatu dengan-Nya,” ungkapnya.
Dalam pesannya, Pastor Pius juga mengingatkan agar umat tidak hanya mengejar kesenangan duniawi, tetapi juga sungguh-sungguh mencari Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak umat untuk memberikan waktu terbaik bagi Tuhan, bukan sekadar waktu yang tersisa.
“Jangan dengan waktu sisa mencari Tuhan, tetapi carilah Tuhan dengan waktu terbaikmu,” pesannya.
Refleksi ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani sangat penting. Di tengah dinamika kehidupan modern, iman tetap menjadi fondasi yang menuntun umat pada makna hidup yang sejati.
Melalui seruan ini, Pastor Pius Heljanan MSC menegaskan bahwa Ekaristi adalah sumber kekuatan dan kehidupan kekal, yang perlu dirindukan dan diutamakan oleh setiap umat beriman.(rls:ws/jk)










