http://info86news.com | Saumlaki, 28 April 2026 — RD Ponsianus Ongirwalu kembali menegaskan makna pelayanan yang menyentuh langsung kehidupan umat melalui kunjungan pastoral di Rukun Santo Aloysius Gonzaga, Paroki Hati Kudus Yesus, Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan.
Sejak pagi hari, rangkaian kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Bagi umat, kehadiran gembala bukan sekadar agenda rutin, melainkan perjumpaan iman yang menghadirkan penguatan di tengah dinamika kehidupan keluarga.
“Kedatangan Pastor dan pengurus rukun adalah kehormatan besar bagi rumah kami. Kami merasa tidak berjalan sendirian; ada gereja yang selalu peduli dan menguatkan iman keluarga kami,” ungkap salah satu warga, Benediktus Fasse.
Kunjungan dari rumah ke rumah membuka ruang dialog yang sederhana namun bermakna. Doa bersama yang dipanjatkan di ruang keluarga menjadi sumber kedamaian dan harapan baru bagi umat.
“Sukacita hari ini terasa lengkap. Doa bersama di ruang tamu kami membawa kedamaian yang mendalam,” tutur Ferdinandus Ndity.
Tidak hanya mempererat hubungan spiritual, kehadiran Pastor juga memberi kekuatan bagi peran keluarga sebagai fondasi iman. Para orang tua merasakan dorongan untuk terus menjaga keharmonisan rumah tangga dan membina iman anak-anak.
“Sebagai ibu, kunjungan ini memberikan kekuatan baru. Doa yang dipanjatkan Pastor menjadi penyemangat bagi saya untuk terus menjaga keharmonisan dan iman anak-anak di rumah,” kata Letensia Laiyan.
Bagi sebagian warga, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa setiap keluarga adalah bagian penting dari kehidupan Gereja itu sendiri.
“Kehadiran Bapak-Bapak di sini mengingatkan kami bahwa setiap keluarga adalah ‘Gereja Kecil’ yang harus terus bertumbuh dalam kasih,” ujar Silifester Malayat.
Ketua Rukun Santo Aloysius Gonzaga pun mengapresiasi antusiasme umat yang menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat. Ia menilai, kunjungan ini menjadi bukti nyata hidupnya nilai persaudaraan dalam komunitas.
“Perjalanan dari satu rumah ke rumah lainnya hari ini membuktikan bahwa semangat Santo Aloysius yang penuh kasih dan pengabdian tetap hidup di antara kita,” ungkapnya.
Sebagai penutup, RD Ponsianus Ongirwalu menyampaikan pesan pastoral yang menekankan pentingnya kesetiaan, pengampunan, dan persaudaraan dalam kehidupan keluarga.
“Saudara-saudaraku terkasih dalam Kristus, kunjungan hari ini adalah simbol bahwa Tuhan selalu mengetuk pintu hati dan rumah Anda sekalian. Jadikanlah rumah tangga kalian sebagai tempat di mana doa tidak pernah putus dan kasih selalu diutamakan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan umat agar tetap setia dalam doa, menjaga keharmonisan, serta memperkuat solidaritas antar sesama.
“Jangan biarkan matahari terbenam sebelum kalian saling memaafkan di dalam rumah… Rukun adalah kekuatan kita,” tambahnya.
Kunjungan pastoral ini ditutup dengan doa dan berkat, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap keluarga yang dikunjungi. Dalam kebersahajaan perjumpaan itu, tumbuh keyakinan bahwa Gereja tidak hanya hadir di altar, tetapi hidup di tengah rumah dan hati umatnya.(rls:wu/jk)










