http://info86news.com | Saumlaki – Pagi yang tenang di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Sabtu (09/05/2026), menjadi ruang permenungan bagi umat saat Pastor Pius Heljanan menyampaikan pesan iman tentang keberanian hidup dalam kebenaran, meski harus menghadapi penolakan.
Dalam refleksinya, Pastor Pius Heljanan MSC menegaskan bahwa perjuangan mempertahankan kebenaran tidak selalu mudah. Penolakan, kebencian, bahkan tekanan hidup menjadi bagian yang kerap dihadapi oleh mereka yang berusaha hidup seturut ajaran Kristus.
“Aku telah memilih kamu dari dunia. Dunia membenci dan menolak Dia dan para murid. Mengapa? Karena Yesus sumber kebenaran dan para murid mewartakan Yesus sebagai rujukan kebenaran sejati,” ungkap Pastor Pius Heljanan MSC.
Ia mengatakan, dunia sering kali sulit menerima kebenaran karena sebagian orang telah merasa nyaman hidup dalam kesesatan dan kepentingannya sendiri. Karena itu, umat Kristiani dipanggil untuk tetap setia menjadi pewarta kasih, kejujuran, dan keadilan di tengah kehidupan sosial.
Menurutnya, pengikut Yesus harus memiliki identitas yang jelas sebagai anak-anak Tuhan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Pengikut Yesus harus hidup sesuai standar kebenaran: saling mengasihi, berkata jujur, bertindak adil, setia melayani dan selalu berbuat baik. Ini identitas anak Tuhan,” ujarnya.
Pastor Pius juga mengingatkan umat agar tidak mudah putus asa ketika menghadapi penolakan karena mempertahankan nilai-nilai kebenaran. Baginya, kesetiaan kepada Kristus justru diuji ketika seseorang tetap memilih jalan benar di tengah tekanan dunia. “Jangan putus asa bila ditolak dan dibenci karena memperjuangkan dan menghidupi kebenaran,” pesannya mengutip Injil Yohanes 15:18-21.
Refleksi singkat itu menjadi penguatan rohani bagi umat di Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Lauran untuk tetap teguh menjaga iman, memperjuangkan kejujuran, serta menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari di tengah tantangan zaman yang terus berubah.(jk)










