http://info86news.com | Saumlaki – Pagi yang tenang di wilayah Desa Lauran, Senin (18/5/2026), menjadi ruang refleksi rohani yang mendalam ketika Pastor Pius Heljanan MSC kembali menyampaikan pesan iman kepada umat Katolik di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.
Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang dipenuhi godaan kenyamanan instan, keberhasilan semu, hingga ambisi duniawi, Pastor Pius mengajak umat untuk tetap bertahan dalam iman dan tidak kehilangan arah hidup.
Mengutip Injil Yohanes 16:29-33, Pastor Pius menegaskan bahwa kehidupan orang beriman tidak pernah lepas dari pergulatan dan badai kehidupan. Namun di balik setiap penderitaan, terdapat proses pemurnian iman yang membentuk keteguhan hati seseorang dalam mengikuti Tuhan. “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia,” kutip Pastor Pius mengawali refleksinya.
Menurutnya, dunia sering menawarkan berbagai kenikmatan yang tampak menarik di permukaan, tetapi perlahan menjauhkan manusia dari relasi yang intim dengan Tuhan. Godaan akan kesuksesan instan, kebahagiaan semu, dan kenikmatan sesaat dinilai menjadi tantangan nyata bagi kehidupan rohani umat saat ini.
Pastor Pius mengingatkan bahwa iman sejati bukanlah jalan yang bebas dari masalah. Sebaliknya, iman justru sering diuji melalui berbagai persoalan hidup yang pahit dan melelahkan. “Yesus tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Dia menjanjikan akan tetap setia menyertai umat-Nya di tengah badai kehidupan,” ungkapnya.
Dalam refleksi tersebut, Pastor Pius juga menyoroti kecenderungan manusia modern yang mudah kehilangan harapan ketika menghadapi tekanan hidup. Padahal, menurutnya, kekuatan utama orang percaya justru lahir ketika tetap bersandar kepada kuasa Tuhan di tengah situasi sulit.
Ia menegaskan bahwa kedekatan dengan Tuhan menjadi benteng utama untuk menghadapi berbagai pengaruh dunia yang dapat menghancurkan nilai-nilai iman dan kemanusiaan. “Sadarilah bahwa iman sering kali dimurnikan melalui kepahitan hidup. Anak Tuhan jangan kehilangan harapan dalam badai kehidupan,” pesan Pastor Pius.
Refleksi rohani itu tidak hanya menjadi seruan spiritual, tetapi juga kritik halus terhadap realitas sosial yang semakin menempatkan keberhasilan materi sebagai ukuran utama kebahagiaan manusia. Dalam situasi seperti itu, Pastor Pius mengajak umat untuk kembali membangun kehidupan yang berakar pada iman, kesetiaan, dan pengharapan kepada Tuhan.
Di akhir renungannya, Pastor Pius Heljanan MSC kembali mengingatkan umat agar tidak mudah goyah menghadapi tekanan zaman.
“Setialah bersandar pada kuasa Yesus. Yesus akan memenangkan anak-Nya yang tetap bersandar kepada-Nya,” tutupnya.(jk)










