http://info86news.com | Saumlaki – Pastor Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, memberikan penghargaan kepada dua misdinar atau putra altar yang dinilai setia melayani selama rangkaian Novena Roh Kudus di Gereja Katolik Paroki HKY Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (20/5/2026).
Penghargaan berupa uang dan buku tulis itu diberikan usai Perayaan Misa Novena Roh Kudus hari ke-6 sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi pelayanan kedua anak tersebut di altar gereja.
Kedua misdinar yang menerima penghargaan yakni Mario Saikmat, siswa kelas 5 SD Inpres Saumlaki, dan Oscar Saikmat, siswa kelas 1 Seminari St. Yohanes Vianney (SYV) Saumlaki.
Dalam refleksinya, Mario mengaku bangga dapat melayani selama rangkaian novena berlangsung. “Saya merasa sangat senang dan bangga bisa terpilih untuk melayani Tuhan di altar selama Misa Novena Roh Kudus ini. Kadang bangun pagi atau bersiap ke gereja terasa capek, tetapi setiap memakai jubah misdinar dan berdiri di dekat altar, rasa capek itu hilang,” ujar Mario.
Ia mengaku penghargaan yang diterimanya menjadi motivasi untuk semakin rajin belajar dan aktif dalam pelayanan gereja.
“Terima kasih untuk Amang Pastor atas hadiah uang dan buku tulisnya. Ini membuat saya semakin semangat sekolah dan melayani Tuhan,” katanya.
Sementara itu, Oscar Saikmat menilai pelayanan altar bukan sekadar tugas, melainkan bagian dari proses pembentukan panggilan hidupnya sebagai seminaris.
“Sebagai seorang seminaris, melayani di altar bukan lagi sekadar tugas, tetapi bagian dari panggilan hidup dan cara saya belajar mencintai Sakramen Mahakudus lebih dalam,” ungkap Oscar.
Menurut dia, penghargaan dari pastor paroki menjadi bentuk peneguhan untuk terus menjaga semangat pelayanan. “Lebih dari sekadar materi, penghargaan ini menjadi peneguhan bagi panggilan saya. Doakan kami agar tetap konsisten menjaga api pelayanan ini tetap menyala,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, RD Ponsianus Ongirwalu juga menyampaikan pesan pembinaan kepada kedua putra altar tersebut.
Ia menegaskan bahwa kesetiaan melayani Tuhan sejak usia muda merupakan fondasi iman yang penting untuk masa depan mereka. “Apa yang kalian lakukan selama enam hari novena ini adalah bentuk nyata kasih kepada Tuhan. Pertahankan kesetiaan ini, bukan hanya saat ada penghargaan, tetapi dalam setiap perjalanan hidup kalian,” kata Pastor Ponsianus.
Selain pelayanan altar, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan rohani dan pendidikan. “Buku tulis yang pastor berikan menjadi simbol bahwa tugas kalian bukan hanya di altar, tetapi juga di sekolah. Belajarlah dengan tekun dan jadilah garam serta terang di lingkungan pendidikan masing-masing,” ujarnya.
Pastor Ponsianus turut mengingatkan agar kedua anak tersebut tetap rendah hati dalam pelayanan. “Pelayanan sejati adalah pelayanan yang membuat Tuhan semakin nampak. Tetap rendah hati dan jadilah teladan bagi teman-teman sebaya,” tuturnya.
Perayaan Novena Roh Kudus di Paroki HKY Olilit Barat sendiri masih akan berlanjut hingga puncak perayaan Pentakosta mendatang.(jk)










