Jalan Mantap Ekonomi Bangkit, Welly–Parulian Pacu Transformasi Infrastruktur Hingga Pelosok Pasaman

banner 468x60

Konferensi Pers Satu Tahun Program Unggulan Pasaman, info86news.com Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Djoko Rifanto, Kepala Dinas PUPR Choiruddin Batubara, Kepala DPRKPPLH Hasrizal, serta jajaran terkait, saat menyampaikan capaian program unggulan “Transportasi Lancar Ekonomi Tumbuh” di Media Center Diskominfo, Selasa (19/5/2026).

Pasaman, Sumatera Barat – Di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pasaman tidak hanya menjadi proyek fisik semata, melainkan strategi utama untuk membangkitkan ekonomi rakyat dari nagari hingga ke daerah paling terpencil. Melalui program unggulan “Transportasi Lancar, Ekonomi Tumbuh”, akses yang selama ini terisolasi perlahan dibuka, dengan tujuan mempercepat distribusi hasil pertanian, menekan biaya angkut, serta mempermudah akses pendidikan dan kesehatan bagi seluruh warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Choiruddin Batubara, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah strategis berlandaskan RPJMD 2025–2029 demi pemerataan konektivitas antarwilayah.
“Infrastruktur jalan adalah urat nadi pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi sektor pertanian, perdagangan, pendidikan, dan pelayanan dasar. Jika transportasi lancar, maka ekonomi akan tumbuh,” ujarnya saat konferensi pers evaluasi satu tahun program, Selasa (19/5/2026).

Perluasan Jaringan dan Peningkatan Kualitas
Dasar hukum pengelolaan jalan kini semakin kokoh dengan pemutakhiran Surat Keputusan yang mencakup 317 ruas jalan kabupaten sepanjang 795,9 kilometer. Berdasarkan data survei PKRMS, tingkat kemantapan jalan terus menunjukkan tren positif, dari 53,27% (2023), naik menjadi 55,77% (2024), dan tetap terjaga di angka 55,11% pada 2025 meski dihadapkan tantangan pascabencana dan efisiensi anggaran.

Untuk tahun 2026, Pemkab Pasaman menyiapkan anggaran sekitar Rp 41 miliar yang ditargetkan mampu menaikkan tingkat kemantapan jalan hingga mencapai 57,77%. Dukungan besar juga mengalir dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan total anggaran gabungan mencapai Rp 52,6 miliar, ditambah dukungan dari pusat melalui program Inpres Jalan Daerah dan dana TKD.

Sejumlah ruas jalan vital menjadi prioritas penanganan, antara lain:

– Ruas Padang Sawah–Kumpulan, Simpang Tanjung Air–Muaro Sei Lolo Gelugur, serta Panti–Simpang Empat.
– Ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais sepanjang 7,42 km dengan nilai Rp 34,06 miliar.
– Ruas Lanai–Batang Kundur sepanjang 4 km senilai Rp 20 miliar.
– Rekonstruksi Jalan Silang IV–Lanai beserta pengalihan trase dan drainase untuk mengatasi masalah longsor.

Solusi Akses dan Jembatan Penghubung
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Djoko Rifanto, menjelaskan bahwa kemajuan ini hasil sinergi kuat antara Pemkab Pasaman, Pemprov Sumbar, Balai Jalan Nasional, hingga dukungan anggota DPRD dan DPR RI.

Manfaat nyata sudah dirasakan masyarakat, seperti pada ruas Sungai Ranyah Hilir–Lubuk Layang yang kini menghubungkan Kecamatan Rao Utara dan Rao Selatan. “Masyarakat sangat berterima kasih, jalan ini membuka akses ekonomi dan pendidikan. Kami berharap 900 meter yang tersisa segera tuntas,” ungkap Djoko.

Berbagai solusi konektivitas juga dihadirkan, di antaranya:

– Perbaikan Ruas Watas–Simpang senilai Rp 198,8 juta, akses vital menuju Padang.
– Pembangunan kembali Jembatan Aia Sonik di Pasar Mapun.
– Jembatan Gantung Equator di Kecamatan Bonjol, hasil program TNI AD.
– Jembatan Bailey Kampuang Tongah–Muara Tais, mempermudah distribusi hasil bumi.

Bagi warga Nagari Muaro Tais, pembangunan ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais adalah harapan yang terwujud. Puluhan tahun akses sulit ditempuh, hingga hasil kebun seperti karet harus diangkut menggunakan kuda. Kini, keterisolasian itu perlahan berakhir.

Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalan
Pemerintah juga memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Delapan unit lampu penerangan jalan LED telah dipasang di ruas Kumpulan–Padang Sawah pada 2025. Layanan angkutan perintis rute Pasaman–Lubuk Sikaping–Panti–Simpang Empat juga dihadirkan untuk melayani warga di daerah perbatasan dan terpencil.

“Dengan jalan mantap, terang, dan sistem transportasi yang tertata, mobilitas dan distribusi barang akan lancar. Ini mendongkrak produktivitas, menarik investasi, dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkas Djoko Rifanto.

(Abdi Novirta)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *