KISAH KRIPSI MAHASISWI SMISTER AKHIR PENUH TANTANGAN DAN HARUS MENTAL BAJA.
( Sum-Sel ),- Info86News.Com.- Rabu.20/05/2026/-Bagi banyak Mahasiswi kripsi bukan sekedar tugas akhir, tapi fase juga harus menguji mental, kesabaran, di simester akhir, tantangan dan tekanan datang dari berbagai seperti tantangan Akadenik, dari orang tua dan saudara, serta rasa kawatir tentang masa depan tidak sedikit. Mahasiswi yang merasa Kripsi tentu perjalanan panjang dan paling berat, selama Kuliah, dibalik proses menulis dan penelitian ada cerita perjuangan, keraguan dan usaha untuk tetap bertahan , KRIPSI bukan Bab per Bab yang harus diselesaikan, tapi tentang bagaimana, Mana Mahasiwi mengelolah tekanan mental yang datang secara bersamaan. Awal perjalanan Mahahsiswi ini, mencari dengan semangat tinggi, mereka terbayang proses yang lancar, bimbingan yang mudah,termasuk kelulusan tepat waktu, namun kenyataan seringkali tidak semudah rencana.penentuan judul bisa memakan waktu lama ada yang harus menganti Topik, karena ditolak, atau tidak sesuai, fase ini sering membuat mahasiswi dan mahasiswa sering merasa ragu pada kemampuan diri sendiri.Setelah judul disetujui perjalan Kripsi menjadi ruangan proses dengan Dosen, sering menjadi tantangan tersendiri, jadwal yang padat, revisi berulang, hingga perbedaan pendapat, membuat Mahasiswa mahasiswi tertekan dan juga merasa cemas setiap kali akan bimbingan, ada rasa takut jika hasil kerja dianggap belum cukup baik, kondisi inilah membuat Kripsi bukan soal Akdemik, juga sebagai persiapan mental Mahasiswa tingkat akhir sering mendapat problem, pertanyaan yang sama, kapan Lulus?, atau kripsinya sudah sampai dimana.
Annisa Intan Juwita seorang Mahasiwi semister akhir dari Unsri pakultas keguruan jurusan Sejarah yang sekarang sedang menyusun kripsi yang diberi judul: TRADISI MENANGKAP IKAN(NGESAR) di lebak LEBUNG diKecamatan PEDAMARAN Kabupaten Ogan Komring Ilir tahun 1950-1998, yang terdiri dari 5 Bab, mencari narasumber yang dipercaya untuk menggali sejarah cara lengkap ikan dan alat yang digunakan NGESAR. Annisa saat wawancara disalah satu tokoh Adat PEDAMARAN dan setiap tahun menjadi juru lelang lebak LEBUNG di Kecamatan Pedamaran Bapak Ansori, S. Sos dan Bapak Listiadi Martin, S. Sos.,MM untuk menjadi narasumber bahan saya kripsi yang telah direkomendasi oleh Dosen pembimbing saya ujar Annisa pada Media Polri, syukur alhamdulilah saya sudah ketemu dengan pak Ansori, S. Sos untuk saya wawancarai bagaimana cara menangkap ikan dan alat yang digunakan NGESAR ini. dan selanjutnya Annisa menambahkan saya harus ketemu juga dengan Bapak Listiadi Martin, S. Sos.,MM.disamping pak Listiadi pernah jadi Camat Pedamaran beliau juga perna Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) OKIdengan beliaulah saya nanti banyak mendapat bahan kripsi saya, karena beliau sudah pengalaman baik pada saat banjir maupun pada saat kemarau. Annisa juga mengatakan pada awak media kalau nanti bahan kripsi saya masih ada kekurangan mohon saya bisa wawancara Via Telpon Serulel, dan saya ucapkan terimakasi pada beliau berdua Bapak Listiadi Martin, S. Sos., MM dan Pak Ansori, S Sos mengakhiri perbincangan yang.
#By Narasi.(Tahan/Ansori, S. Sos)
@Https//Info86News.com










