RD. Domincs Baldawins Masriat: Mengasihi Melampaui Luka

banner 468x60

http://info86news.com | Manila – Di tengah dunia yang semakin mudah terbelah oleh perbedaan pandangan, kepentingan, bahkan luka batin, ajaran Yesus tentang kasih justru tampil sebagai tantangan yang paling radikal.

Kasih tidak berhenti pada mereka yang mengasihi kita, melainkan menemukan makna terdalamnya ketika mampu menjangkau mereka yang membenci, melukai, bahkan memusuhi kita.

Pesan itulah yang menjadi pokok refleksi Sejenak Sabda yang disampaikan RD. Domincs Baldawins Masriat, Pastor Mahasiswa di Central Seminary, University of Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, pada Selasa, 16 Juni 2026.

Berlandaskan bacaan 1 Raja-raja 21:17-29 dan Matius 5:43-48, refleksi tersebut mengajak umat memandang kasih sebagai keputusan moral yang lahir dari kedewasaan iman, bukan sekadar dorongan perasaan.

Menurut RD. Domincs Baldawins Masriat, mengasihi orang yang memperlakukan kita dengan baik bukanlah sesuatu yang sulit. Namun ukuran sejati seorang pengikut Kristus justru terlihat ketika ia mampu tetap menghendaki kebaikan bagi orang yang telah menyakiti dirinya.

“Mengasihi orang yang baik kepada kita adalah hal yang biasa dan mudah. Namun, mengasihi mereka yang membenci, memusuhi, atau menyakiti kita adalah tanda kematangan moral yang sejati.”

Ia menegaskan bahwa kasih yang dimaksud Yesus adalah kasih agape, yakni kasih yang tidak bertumpu pada emosi sesaat, melainkan sebuah keputusan sadar untuk terus mengupayakan kebaikan bagi sesama.

Kasih seperti ini tidak menunggu balasan, tidak bergantung pada perlakuan orang lain, dan tidak diukur oleh untung maupun rugi.

Lebih jauh, refleksi tersebut mengajak umat belajar dari cara Allah memperlakukan dunia. Matahari tetap bersinar dan hujan tetap turun tanpa membedakan siapa yang dianggap layak maupun tidak. Alam menjadi gambaran nyata bahwa kasih Allah selalu melampaui sekat-sekat yang diciptakan manusia.

“Jangan membatasi kebaikan, keramahan, atau pertolongan kita hanya kepada kelompok, suku, agama, atau orang-orang yang sejalan dengan kita saja. Kebaikan kita harus memancar kepada siapa saja tanpa pandang bulu.”

Dalam kehidupan sosial yang kerap dipenuhi polarisasi, pesan ini menjadi pengingat bahwa kualitas iman seseorang tidak hanya diukur dari intensitas ibadah, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan kebaikan secara objektif dan inklusif.

Kasih yang sejati tidak mengenal diskriminasi, sebab setiap manusia memiliki martabat yang sama di hadapan Allah.

RD. Domincs Baldawins Masriat juga mengingatkan bahwa Yesus memanggil setiap murid-Nya untuk hidup melampaui standar moral yang biasa-biasa saja.

Menjadi baik kepada mereka yang sudah baik kepada kita bukanlah sesuatu yang istimewa. Nilai lebih seorang Kristiani justru tampak ketika mampu mengambil langkah pertama untuk berdamai, menyapa lebih dahulu, dan memberikan pengampunan meski harga diri sedang terluka.

“Kita harus memiliki ‘nilai lebih’ (extraordinary virtue) dalam kehidupan sosial, harus berani menyapa terlebih dahulu orang yang tidak menyukai kita, dan berani memaafkan ketika ego kita terluka.”

Ajakan tersebut menjadi refleksi yang relevan di tengah kehidupan modern, ketika perbedaan pilihan, pandangan, maupun kepentingan sering kali berubah menjadi alasan untuk saling menjauh.

Injil hari ini mengingatkan bahwa kasih bukanlah respons terhadap perlakuan orang lain, melainkan cerminan karakter Allah yang dipanggil untuk dihidupi setiap orang beriman.

Menutup refleksinya, RD. Domincs Baldawins Masriat mengajak umat menyerahkan diri dalam doa agar diberi kemampuan untuk menghidupi kasih yang tulus, bahkan kepada mereka yang berbuat jahat.

“Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu mengasihi sesama kami dengan tulus, bahkan kepada mereka yang berbuat jahat kepada kami.”

Sebab pada akhirnya, ukuran kedewasaan iman bukanlah seberapa banyak orang mengasihi kita, melainkan seberapa besar kasih Allah mampu kita teruskan kepada sesama, tanpa syarat, tanpa batas, dan tanpa memilih-milih.

Penulis: Johanis kopong

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *