SD Negeri 23 Bilah Hilir Sukses Jalankan Program “Kamis Berbudaya” Wujudkan Visi Bupati Labuhanbatu

banner 468x60

SD Negeri 23 Bilah Hilir Sukses Jalankan Program “Kamis Berbudaya” Wujudkan Visi Bupati Labuhanbatu

SD Negeri 23 Bilah Hilir Sukses Jalankan Program "Kamis Berbudaya" Wujudkan Visi Bupati Labuhanbatu
SD Negeri 23 Bilah Hilir Sukses Jalankan Program “Kamis Berbudaya” Wujudkan Visi Bupati Labuhanbatu

( Kabupaten Labuhan batu ).- Info86News.Com – Jumat (07/08/2026) Suasana berbeda tampak di SD Negeri 23 Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, seluruh siswa siswi mulai dari kelas I hingga kelas VI mengenakan pakaian adat dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Penampilan tersebut menjadi pemandangan menarik sekaligus mencerminkan semangat pelestarian budaya sejak usia dini.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Program “Kamis Berbudaya” yang digagas Bupati Labuhanbatu, Hj. Hasmita, Sp.OG., M.KM sebagai upaya memperkuat kearifan budaya lokal di lingkungan pendidikan.

Kepala SD Negeri 23 Bilah Hilir, Mustafa Siregar, S.Pd mengatakan sekolahnya berkomitmen menjalankan program tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pelestarian budaya bangsa.

“Melalui program Kamis Berbudaya, anak-anak dikenalkan sejak dini terhadap keberagaman suku, adat istiadat, dan sejarah budaya Indonesia. Harapannya, mereka tumbuh dengan rasa bangga terhadap identitas budayanya sendiri,” ujar Mustafa,Kamis (06/08/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan Kamis Berbudaya tidak hanya sebatas mengenakan pakaian adat. Sekolah juga mengisi kegiatan dengan berbagai penampilan seni dan budaya melalui program Kapensi (Kamis Pentas Seni).

“Anak-anak mengikuti latihan tari tradisional, membaca puisi, menampilkan kesenian daerah, serta berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan pelestarian budaya,” jelasnya.

Mustafa menegaskan, pakaian adat yang dikenakan siswa merupakan milik masing-masing dan dibeli oleh orang tua atau wali murid.

“Kami tidak menyediakan maupun memperjualbelikan pakaian adat. Program ini bukan ajang bisnis, melainkan murni untuk mendukung kemajuan pendidikan dan pelestarian budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, S.H, memberikan apresiasi atas komitmen SD Negeri 23 Bilah Hilir dalam menjalankan program Bupati.

“Saya memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah melaksanakan program Bupati. Dalam waktu dekat saya akan berkunjung ke sekolah tersebut,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Menurut Abdi, Kabupaten Labuhanbatu dihuni oleh sedikitnya 12 suku, sehingga Program Kamis Berbudaya menjadi sarana mempererat persatuan melalui pengenalan budaya masing-masing suku yang dipadukan dengan kegiatan pentas seni.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pelaksanaan Program Kamis Berbudaya masih belum diterapkan secara optimal di sejumlah sekolah, khususnya di Kecamatan Bilah Hilir maupun beberapa kecamatan lain di wilayah pesisir.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris PAWAPATI, Abdul Hasyim, menilai masih ada kepala sekolah yang belum memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan budaya, sains, maupun kegiatan ekstrakurikuler.
“Program Bupati harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Kepala sekolah harus mampu berinovasi demi kemajuan pendidikan. Jangan hanya fokus pada administrasi, tetapi juga menghadirkan program yang memberi manfaat bagi peserta didik,” tegas Hasyim.

Ia berharap seluruh kepala sekolah di Kabupaten Labuhanbatu dapat mendukung dan mengimplementasikan Program Kamis Berbudaya secara maksimal sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan sekaligus melestarikan budaya bangsa.

#By Narasi penulis ,(Mora Tanjung).
@Https//Info86News.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *