PASAMAN, info86news.com Anggota Komisi III DPR RI, H. Benny Utama, menegaskan bahwa pemberantasan narkotika harus dilakukan secara serius, menyeluruh, dan berkelanjutan. Tidak hanya menyasar pengguna atau pelaku di lapangan, penegakan hukum juga harus mampu mengungkap jaringan peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.

Penegasan tersebut disampaikan Benny Utama dalam kegiatan sarasehan bersama mitra kerja dan berbagai elemen masyarakat di Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan unsur Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Badan Narkotika Kabupaten (BNK), serta Lembaga Anti Narkotika (LAN). Sarasehan juga dihadiri perwakilan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta utusan pelajar tingkat SLTA se-Kabupaten Pasaman.

Turut hadir Bupati Pasaman, Kapolres pasaman, Ketua DPRD kabupaten pasaman dan sejumlah perwakilan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat, di antaranya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), YAPPAS, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).
Sarasehan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat kepedulian bersama sekaligus membangun sinergi lintas sektor dalam mencegah penyalahgunaan dan memberantas peredaran gelap narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.
Benny Utama: Ungkap Jaringan Narkoba hingga ke Akarnya
Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, Benny Utama menekankan pentingnya keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani setiap perkara narkotika.
Ia menyampaikan bahwa kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan harus menjalankan tugas serta kewenangannya secara profesional agar penanganan perkara narkotika tidak berhenti pada pelaku yang berada di lapangan.
Menurutnya, pengungkapan jaringan, pemasok, bandar, dan pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran gelap narkotika merupakan bagian penting dari upaya memutus mata rantai peredaran barang terlarang tersebut.
Benny Utama juga menyatakan dukungannya terhadap komitmen Kapolri dalam memberantas narkotika demi melindungi masyarakat dan menyelamatkan masa depan generasi muda.
Pemberantasan narkoba, menurutnya, tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah. Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan agar masyarakat, terutama kalangan pelajar dan pemuda, tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Generasi Muda Harus Dilindungi dari Ancaman Narkotika
Kehadiran para pelajar dalam sarasehan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran sejak dini mengenai bahaya narkotika.
Generasi muda merupakan kelompok yang perlu mendapatkan pembekalan pengetahuan, pendidikan, dan penguatan karakter agar mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkoba serta berani menolak ajakan yang dapat merusak masa depan mereka.
Melalui dialog dan pertukaran pandangan, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat, memperkuat ketahanan keluarga, serta melaporkan dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika melalui saluran yang tepat.
Peran keluarga, sekolah, perguruan tinggi, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan dinilai sangat penting dalam membangun benteng perlindungan bagi generasi muda.
Pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi sesaat. Diperlukan edukasi secara berkala, pengawasan lingkungan, serta komunikasi yang baik antara orang tua, tenaga pendidik, dan anak-anak agar ancaman narkotika dapat diantisipasi sejak dini.
Sinergi Lintas Sektor Harus Menghasilkan Aksi Nyata
Keterlibatan berbagai lembaga dan organisasi dalam sarasehan tersebut menunjukkan bahwa persoalan narkotika tidak dapat diselesaikan oleh aparat penegak hukum semata.
BNN, BNNP, BNK, LAN, institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan perlu membangun kerja sama yang berkelanjutan untuk memperluas jangkauan pencegahan hingga ke lingkungan masyarakat dan nagari.
Perguruan tinggi dapat berperan sebagai pusat edukasi dan literasi antinarkoba. Sementara itu, organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan dapat menjadi penggerak kampanye pencegahan melalui kegiatan sosial, penyuluhan, dan pembinaan generasi muda.
Sarasehan ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi dan penyampaian pendapat, tetapi berlanjut menjadi program konkret yang terukur serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pasaman.
Perang Melawan Narkoba Membutuhkan Kepedulian Bersama
Benny Utama menegaskan bahwa perang melawan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum. Pencegahan, pendidikan, pengawasan keluarga, serta partisipasi aktif masyarakat harus berjalan seiring.
Upaya pemberantasan juga perlu dilakukan secara konsisten dengan mengedepankan proses hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Dengan sinergi seluruh elemen masyarakat dan keseriusan aparat penegak hukum, Kabupaten Pasaman diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap generasi muda sekaligus menekan ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Pesan utama dari sarasehan tersebut jelas: menyelamatkan generasi muda dari narkoba merupakan tanggung jawab bersama, sedangkan pemberantasan jaringan peredarannya membutuhkan ketegasan dan komitmen nyata dari seluruh pihak terkait.
(Abdi Novirta)










