Pasaman, Sumatera Barat info86news.com Bupati Pasaman Welly Suhery memimpin rapat pengurus Yayasan Penyelenggara Pendidikan Anak-Anak Tuna (YAPPAT) Pasaman di Aula TP PKK, Jumat (19/6). Dalam pertemuan itu, ia menyoroti keterbatasan anggaran yayasan dan mengusulkan pembentukan jaringan donatur tetap guna mendukung keberlangsungan pendidikan dan pembinaan anak berkebutuhan khusus.
Bupati Welly menegaskan YAPPAT bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan benteng perlindungan dan harapan bagi anak penyandang disabilitas. “Jangan sampai keterbatasan dana menghambat hak mereka mendapatkan layanan yang layak. Dukungan harus datang dari semua pihak,” tegasnya.
Pengurus yayasan menyampaikan kendala utama saat ini adalah keterbatasan dana operasional dan pelaksanaan program. Menanggapi hal itu, Bupati mengusulkan skema pendanaan berkelanjutan, antara lain melibatkan pejabat daerah dan kepala OPD sebagai donatur tetap.
“Misalnya, setiap kepala OPD menyisihkan minimal Rp50.000 per bulan. Jumlah kecil jika disatukan akan sangat berarti dan menjamin keberlangsungan layanan,” ujarnya.
Ia juga meminta YAPPAT terus berinovasi dalam metode pembelajaran agar potensi setiap anak dapat dikembangkan secara optimal. Hadir dalam rapat antara lain Ketua TP PKK Pasaman Lusi Welly Suhery, jajaran Dinas Pendidikan, dan pengurus yayasan.
Ketua Pengawas YAPPAT, Muslim, menyambut baik perhatian tersebut. “Kami sangat berterima kasih. Dukungan ini menjadi semangat kami untuk terus mendampingi dan membina anak-anak di sini,” katanya.
YAPPAT yang berlokasi di Nagari Pauah, Lubuk Sikaping, mengelola Sekolah Luar Biasa beserta fasilitas asrama dan menjadi tumpuan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di wilayah Pasaman.
( Abdi Novirta )










