Dari Balik Jeruji Menuju Kemandirian, Lapas Solok Bekali Warga Binaan Keterampilan Beternak Ayam Petelur
(Solok ) info86news.com juamat . 23/10/2026
– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Solok terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan adalah peternakan ayam petelur, sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal berharga setelah kembali ke tengah masyarakat.
Program peternakan ayam petelur ini bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu selama menjalani masa pidana. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal dunia usaha peternakan, mulai dari perawatan ayam, pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga memahami proses produksi telur yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dilatih untuk memiliki keterampilan praktis, kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kewirausahaan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan mampu menjadi modal nyata bagi mereka untuk membangun usaha mandiri setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Kelas IIB Solok, Jepri Ginting, terus mendorong penguatan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan. Pembinaan yang diberikan diharapkan tidak hanya bermanfaat selama berada di dalam lapas, tetapi juga memberikan peluang bagi warga binaan untuk memperoleh penghasilan yang halal dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Peternakan ayam petelur juga menjadi salah satu bentuk pembelajaran bahwa peluang usaha dapat dimulai dari keterampilan sederhana yang ditekuni secara konsisten. Dengan pemahaman mengenai pengelolaan ternak, efisiensi pakan, pemeliharaan kesehatan ayam, serta pemasaran hasil produksi, warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk mengembangkan usaha peternakan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.
Lapas Solok meyakini bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan di dalam lapas, tetapi juga dari sejauh mana keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga binaan ketika mereka kembali ke masyarakat.
Melalui program pembinaan kemandirian ini, Lapas Solok terus berupaya membuka jalan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, menggali potensi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.
#By narasi penulis (IIdayu candra)
@https//info86news.com










