DP2KBP3A/DPPKB Donggala, Adakan Giat Dalam Rangka Penguatan Dan Pembinaan TPK Tingkat Kab. Donggala 2026, Berjalan Lancar

banner 468x60

DP2KBP3A/DPPKB Donggala, Adakan Giat Dalam Rangka Penguatan Dan Pembinaan TPK Tingkat Kab. Donggala 2026, Berjalan Lancar

DP2KBP3A/DPPKB Donggala, Adakan Giat Dalam Rangka Penguatan Dan Pembinaan TPK Tingkat Kab. Donggala 2026, Berjalan Lancar
DP2KBP3A/DPPKB Donggala, Adakan Giat Dalam Rangka Penguatan Dan Pembinaan TPK Tingkat Kab. Donggala 2026, Berjalan Lancar


( Donggala – Sulteng) – Info86News.com – 01/11/2026/- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak / DP2KBP3A atau DPPKB Kabupaten Donggala Moh. Milhar Halili, SH.M.Si, di Wakili Sekretaris DP2KBP3A Hj. Salmiati, SE. MM. M.Ap.Melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana ( KB ) Dinas DPMPTSP Donggala Listiyawati, SE, M.A.P. mengatakan,
Melakukan Kegiatan ini penguatan dan Pembinaan Tim Pendamping Keluarga itu, dalam upaya emergency stunting P3S Kabupaten Donggala.
TPK ini paham akan tugas fungsi mereka.
Dan Kemudian kita melakukan refreshing Kader TPK paham akan tugas pokok dan fungsi mereka.

Kemudian kita melakukan refreshing Kader TPK ini agar supaya Ilmu – Ilmu yang akan mereka lakukan di saat mereka pendampingan dengan itu selalu terupdate, mereka tidak salah melakukan pendampingan di KRS ( Keluarga Risiko Stunting), karena mereka ini adalah ujung tombak Untuk mendampingi keluarga yang beresiko stunting, terang Kabid..

Dengan ada nya TPK ini yang berjumlah 693 di 16 Kecamatan ini, kita berharap angka stunting di Kabupaten Donggala ini bisa menurun, termasuk Keluarga beresiko Stunting apa bila kita instensif Melakukan pendampingan pada keluarga beresiko Stunting insyaallah itu kita bisa keluar dari stunting sekarang yang masih tinggi, demikian dikatakan Kabid. Bidang Keluarga Berencana ( KB ) Kepada Awak Media Ini usai kegiatan di gedung PGRI Desa Watatu, Kamis, 19 Oktober 2026 .

Kabid. Listiyawati, SE. M.A.P, Menambahkan, Keluarga Beresiko Stunting adalah kelompok keluarga yang memiliki potensi atau kerentanan tinggi untuk melahirkan anak Stunting atau mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Yang menjadi ujung tombak kepada KRS di lapangan adalah TPK ( Tim Pendamping Keluarga) yang terdiri dari Bidan, Kader PKK, dan Kader KB ( Keluarga Berencana) di tingkat Desa / Kelurahan.
Jadi tugas utama TPK dalam Mendampingi KRS adalah:
– Pendataan dan Verifikasi, Memastikan data keluarga sasaran ( Ibu hamil, pasca persalinan, Balita dan calon pengantin tercatat dan Valit.
– Penyuluhan dan edukasi, memberikan informasi terkait kesehatan reproduksi, gizi seimbang, pola asuh, sanitasi dan pencegahan stunting.
– Fasilitas Layanan, Menghubungkan keluarga sasaran dengan akses, layanan kesehatan atau bantuan sosial yang diperlukan ( seperti bantuan genting, layanan KB, Posyandu dll ).
– pengawalan dan pemantauan artinya Mengawal sejak kondisi keluarga sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun secara berkala, jelas Kabid Keluarga Berencana Listiyawati, SE. M.A.P.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Sosial, dan PMD Kabupaten Donggala Budi Santoso, S.STP. MSi, Melalui Ihlal Languja, S.Kom. M.A.P, Kabid Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat Desa, dan TTG, Menyatakan, pendampingan keluarga setiap Desa terdiri dari Bidan Desa, PKK 1 orang, Kader KB , harapan nya tentu saya terlibat, karena TPK yang di mana didalam unsur PKK , tidak hanya terlibat tetapi ikut serta memotivasi mendatangkan ibu – ibu ke Posyandu untuk membawa balitanya agar tetap sehat dan bisa di pantau kesehatan nya.

Kemudian bagaimana supaya ibu PKK ini bisa memberikan motivasi dan edukasi serta memberikan semangat kepada ibu – ibu agar bayi bisa datang ke Posyandu, tutur Kabid di Dinas PMD Donggala Hilal Languja, S.Kom.

Sebelumnya Pada Pembukaan dan Membuka Kegiatan ini Camat Banawa Selatan Yusran, S.Pdi. M.Pd.i, Berharap agar para kader TPK dapat meningkatkan Kepasitas pengetahuan, dan keterampilannya agar lebih optimal dalam mendampingi keluarga sasaran guna mempercepat penurunan angka stunting, tegas Camat Banawa Selatan Yusran, S.P.d.i. M.P.d.i.

Sementara Kepala Puskesmas Kami Seivi Lembasada Erny SKM, berharap.Dalam kegiatan Penguatan Pembinaan Tim Pendamping Keluarga ( TPK ), Kepala Puskesmas berharap agar kepasitas, Kompetensi, dan koordinasi kader TPK semakin optimal sebagai ujung tombak dalam percepatan penurunan Stunting dan peningkatan kesehatan keluarga di tingkat desa / kelurahan.
Kemudian lebih di tingkatkan Kapasitas dan kompetensi kader TPK ( yang terdiri dari Bidan, Kader PKK, dan Kader KB, di harapkan semakin memahami tugas, fungsi, serta mekanisme pendampingan yang terstruktur dan berbasis wilayah.
Optimalisasi pendampingan sasaran yakni Meningkatnya kualitas edukasi dan pemantauan langsung terhadap sasaran prioritas, yaitu calon pengantin ( Catin ), Ibu Hamil, ibu pasca persalinan, serta anak bawah 2 tahun ( baduta/ balita) yang berisiko Stunting, tutur Kapus Kami Seivi Lembasada Erny, SKM.

Kegiatan ini di hadiri langsung Camat Banawa Selatan Yusran, S.Pd.i. M.Pd.i, Kabid. Keluarga Berencana Dinas DPMPTSP Kabupaten Donggala Listiyawati, SE. M.A.P, pembawa Pemakalah/ Narasumber
Pemberdayaan Kemasyarakatan Lembaga Adat Desa, dan TTG Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Donggala Hilal Languja, S. Kom,
kepala Puskesmas Kami Seivi Lembasada Erny, SKM, dan Moderator, Ketua TIM PKK ( Istri Kades ) serta istri Sekdes se – Kecamatan Banawa Selatan, Bidan Desa, Kader KB.
Kegiatan berjalan lancar dan aman.

#By Narasi.( Hardiman ).
@Https//Info86News.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *