http://info86news.com | Saumlaki, 27 April 2026 – Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 menjadi momentum refleksi bagi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Saumlaki dalam meneguhkan komitmen pembinaan yang humanis, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Peringatan yang berlangsung secara virtual dari Kantor Bapas di Jalan Boediono, Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu diawali dengan suasana khidmat melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pemasyarakatan, kemudian dilanjutkan dengan doa.
“Ya Allah, hari yang penuh berkah ini… kokohkan kami menjaga integritas, mampu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, ampuni kesalahan kami, dan jaga nama baik,” demikian doa yang dipanjatkan Pendeta N.Anatototy, mengiringi awal rangkaian kegiatan.
Dari Penghukuman ke Pembinaan
Selayang pandang yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mengingatkan kembali perjalanan panjang pemasyarakatan di Indonesia. Dari masa lalu yang menitikberatkan pada penghukuman, kini sistem pemasyarakatan bertransformasi menjadi ruang pembinaan yang menyiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.
Program-program kemandirian terus dikembangkan, mulai dari pertanian, perikanan, hingga pelatihan kerja. Lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif diolah menjadi sumber pangan, bahkan hasilnya disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Di berbagai wilayah, termasuk Nusakambangan, pengembangan ketahanan pangan diwujudkan melalui peternakan, pengolahan hasil, hingga pelatihan kerja yang berorientasi masa depan.
“Jaga institusi ini seperti jaga rumah sendiri,” menjadi pesan yang menguatkan nilai tanggung jawab dan rasa memiliki seluruh jajaran pemasyarakatan.
Peneguhan Komitmen Pelayanan
Kepala Bapas Kelas II Saumlaki, Marthina Christina Solilit, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat dedikasi. “Tema tahun ini, ‘Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima’, menegaskan komitmen kita untuk terus bekerja dengan profesional, berintegritas, dan melayani dengan hati,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pertambahan usia pemasyarakatan harus diiringi dengan peningkatan kualitas kinerja. “Pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh pegawai, mitra kerja, serta keluarga yang terus memberikan dukungan dalam pelaksanaan tugas pembinaan.
Penguatan Program dan Sinergi Nasional
Dalam rangkaian peringatan secara nasional, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memaparkan berbagai program strategis, di antaranya penguatan kemandirian pangan, pendidikan kesetaraan bagi warga binaan, hingga pemanfaatan energi baru terbarukan.
Momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama lintas kementerian dan lembaga sebagai upaya memperkuat pembinaan serta mendukung reintegrasi sosial warga binaan.
Syukur dalam Kebersamaan
Di Bapas Saumlaki, peringatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Doa yang dipimpin pendeta menjadi penguat spiritual seluruh rangkaian kegiatan. “Kami serahkan seluruh rangkaian kegiatan ini kepada Tuhan Allah yang hidup… tuntun setiap warga binaan agar menjadi berkat bagi sesama,” ucapnya dalam doa.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada pegawai, bantuan sosial, pemotongan tumpeng, serta pemberian hadiah kepada pemenang lomba yang menambah kehangatan suasana kebersamaan.
Menatap Masa Depan Pemasyarakatan
Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 menjadi penegasan bahwa pemasyarakatan terus bergerak menuju arah yang lebih humanis dan solutif.
Dengan semangat kerja nyata dan pelayanan prima, pemasyarakatan diharapkan semakin hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi sosial.
Melangkah dengan ketulusan pengabdian, setiap proses pembinaan diharapkan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik, mandiri, dan bermartabat.(rls:jk)










