

Lapas Kelas IIB Solok terus membuktikan komitmennya dalam mengembangkan potensi dan keterampilan warga binaan melalui berbagai program pembinaan kemandirian yang produktif dan inovatif. Beragam hasil karya terus bermunculan, menunjukkan bahwa kreativitas warga binaan tidak memiliki batas.
Salah satu karya terbaru yang berhasil menarik perhatian adalah pembuatan bunga hias dengan sentuhan seni yang indah serta miniatur Rumah Gadang, ikon budaya khas Minangkabau. Kedua hasil karya tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Solok tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, ketekunan, dan rasa bangga terhadap budaya daerah.
Kalapas Kelas IIB Solok, Jepri Ginting, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan dedikasi warga binaan yang terus menghasilkan karya-karya berkualitas. Menurutnya, setiap hasil karya merupakan cerminan keberhasilan program pembinaan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kami terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki. Kreativitas seperti pembuatan bunga hias dan miniatur Rumah Gadang ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, mereka mampu menghasilkan karya yang bernilai ekonomi sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujar Kalapas.
Melalui berbagai program pembinaan yang terus dikembangkan, Lapas Solok berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, kreatif, dan inspiratif. Diharapkan, hasil karya warga binaan tidak hanya menjadi kebanggaan Lapas Solok, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan memberikan manfaat nyata sebagai bekal kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.










