Iman yang Tidak Tawar: Dari Keluaran Menuju Kemenangan Rohani, Menjadi Lebih dari Pemenang, Pesan Khotbah Minggu di GBI MILOS
http://info86news.com | Saumlaki – Minggu (7/6/2026) – Suasana ibadah hari Minggu raya berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (Milos), yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Kecamatan Tanimbar Selatan, Tanimbar Selatan.
Ibadah dipenuhi jemaat yang datang dengan hati penuh syukur, memasuki momentum persekutuan yang hangat sejak awal hingga akhir acara.
Pujian dan Penyembahan: Mengantar Jemaat ke Hadirat Tuhan
Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh pelayan Tuhan, saudara Bima Boritnaban, bersama tim singer dan pemusik. Iringan keyboard, drum, dan gitar menghadirkan atmosfer ibadah yang hidup dan penuh penghayatan.
Dalam suasana tersebut, jemaat diajak masuk dalam penyembahan dengan tema hati yang bersyukur. “Mari kita hampiri Tuhan dengan rasa syukur,” demikian ajakan yang mengalir dalam suasana ibadah.
Khotbah: Keteguhan Iman di Tengah Perjalanan Panjang
Firman Tuhan disampaikan oleh Gembala Jemaat GBI MILOS Saumlaki, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, S.Th. Dalam penyampaiannya, beliau menyoroti perjalanan bangsa Israel yang dipimpin Musa selama 40 tahun di padang gurun, sebagai gambaran kehidupan iman yang penuh tantangan.
Ia menekankan bahwa di tengah perjalanan besar, terdapat dua respons karakter: iman yang bertahan dan sikap yang mudah bersungut-sungut. “Ada yang sampai ke Kanaan, ada juga yang tidak sampai karena berontak dan bersungut-sungut,” tegasnya.
Ia juga mengaitkan pola iman tersebut dengan kecenderungan manusia yang ingin selalu melihat bukti terlebih dahulu sebelum percaya.
Refleksi Firman: Janji Penyertaan dan Tanggung Jawab Iman
Mengacu pada kitab Yosua, disampaikan bahwa peralihan kepemimpinan dari Musa kepada Yosua bukan sekadar pergantian tokoh, tetapi penegasan penyertaan Tuhan yang tetap sama.
Pesan utama yang digarisbawahi adalah kekuatan iman dalam menjalani panggilan.
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu,” menjadi penekanan yang berulang dalam khotbah tersebut.
Selain itu, jemaat diingatkan bahwa keberhasilan rohani bukan hanya janji, tetapi juga membutuhkan ketaatan dan ketekunan dalam hidup yang benar di hadapan Tuhan.
Mazmur 37: Keteduhan di Tengah Ketidakadilan
Dalam bagian lain khotbah, Mazmur 37 turut diangkat sebagai penguatan rohani bagi jemaat.
Pesan utamanya menekankan agar umat tidak iri terhadap orang fasik dan tidak terbawa emosi terhadap ketidakadilan dunia. “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik,” menjadi pengingat yang disampaikan kepada jemaat.
Jemaat juga diajak untuk belajar menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan serta menanti waktu-Nya dengan sabar.
Perjamuan Kudus dan Persembahan
Ibadah kemudian dilanjutkan dengan perjamuan kudus, diikuti saat persembahan sebagai bentuk ungkapan syukur jemaat.
Dalam kesempatan tersebut, jemaat menyampaikan apresiasi atas pelayanan firman yang telah disampaikan sepanjang ibadah.
Saudara Bima Boritnaban mewakili jemaat menyampaikan terima kasih kepada hamba Tuhan atas pemberitaan firman yang memberkati.
Sambutan dan Informasi Jemaat
Di akhir ibadah, pihak gembala bersama staf pelayan menyampaikan ucapan selamat datang kepada jemaat baru yang hadir untuk pertama kalinya, dengan membuka pintu persekutuan bagi kehadiran pada ibadah-ibadah berikutnya.
Informasi mengenai kelompok sel (komsel) disampaikan agar jemaat dapat mengikuti perkembangan melalui grup WhatsApp masing-masing.
Penutup: Rapat Layanan dan Gerakan Pembangunan Gereja
Usai ibadah, panitia pembangunan menggelar diskusi terkait rencana usaha cetak batako sebagai bagian dari dukungan pembangunan gereja. Hasil usaha tersebut direncanakan digunakan untuk melanjutkan pembangunan fasilitas gereja.
Jemaat juga diimbau untuk turut membantu pemasaran batako untuk berbagai kebutuhan pembangunan seperti sekolah, rumah pribadi, kos-kosan, dan lainnya.
Ibadah ditutup dengan doa berkat oleh Gembala Jemaat GBI MILOS Saumlaki, kemudian jemaat saling berjabat tangan dan kembali ke rumah masing-masing dengan suasana sukacita.(jk)










