http://info86news.com | Saumlaki, Selasa (18/11/2025) – Perwakilan PT K-LINK Indonesia di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Hendro Setiawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong gerakan ketahanan pangan berbasis sistem terintegrasi dan berkelanjutan.
Sistem Terintegrasi sebagai Kunci Program
Hendro menjelaskan bahwa gerakan ketahanan pangan yang dimaksud mencakup konsep sustainable dan TSM (terstruktur, sistematis, dan masif).
“Gerakan ketahanan pangan menyangkut program sustainable dan TSM,” ujarnya.
Ia memaparkan bahwa program tersebut mengusung pendekatan integrated farming yang meliputi media tanam, pupuk air, pupuk padat, pupuk organik, mekanisasi, hingga proses hayati untuk sektor peternakan seperti sapi dan kambing.
“Ada supply chain, sustainable program dan system. Kita mau jadi pemain atau penonton? Kita pengendali… seperti Avatar,” katanya menegaskan.
Dorongan Investasi dan Pengelolaan Kekayaan Daerah
Hendro juga menyinggung potensi besar sumber daya lokal yang menurutnya belum dimaksimalkan.
“Ada delapan gunung kekayaan dan empat kuadran yang belum disedekahi,” ujarnya.
Ia memastikan kesiapannya untuk melakukan investasi jika pemerintah atau pemangku kepentingan menyediakan lahan.
“Saya siap tanam modal asal dikasih tanah. Saya sign saja untuk penanaman,” tegasnya.
Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar.(jk)










